PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Terpaksa menumpang belajar di rumah warga akibat bangunan sekolah yang direvitalisasi tak menyurutkan daya juang siswa SDN 01 dan 02 Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Di tengah keterbatasan fasilitas fisik ruang kelas sementara, para siswa berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat kecamatan.
Delegasi sekolah tersebut sukses mengamankan dua gelar Juara 1 sekaligus, yaitu pada cabang lomba Adzan dan Iqomah serta cabang lomba Tilawah Putri.
Baca Juga:Ruang Kendali PT Karisma Jati Utama Kaliwungu Terbakar, Diduga Dipicu Abu BriketLantik 22 Pejabat JPTP, Bupati Kendal Siapkan Seleksi Terbuka untuk 8 Kursi Kepala OPD yang Kosong
Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) harian terpaksa dialihkan ke teras dan ruang tamu rumah warga sekitar demi menjamin keselamatan murid dari material proyek revitalisasi bangunan.
Plt Kepala SDN 01 dan 02 Tengeng Wetan, Winarni, mengungkapkan rasa haru dan apresiasinya atas ketekunan para guru serta kegigihan murid-muridnya saat berlatih di lokasi darurat.
“Saya sangat bersyukur karena di tengah keadaan sekolah yang sedang revitalisasi dan belajar di rumah warga, semangat belajar siswa tetap sangat tinggi. Saya apresiasi para guru pembimbing yang tak kenal lelah,” ujar Winarni.
Winarni menceritakan, sesi latihan vokal dan pembacaan makhraj untuk lomba MAPSI terpaksa memanfaatkan sudut-sudut ruangan warga yang relatif tenang di sela-sela jadwal KBM.
Dukungan sukarela dari warga setempat yang menyediakan tempat belajar sementara menjadi kunci kelancaran aktivitas pendidikan dan pendampingan bakat para siswa.
Keberhasilan memborong dua trofi utama di ajang MAPSI ini membuktikan bahwa keterbatasan sarana prasarana tidak menghentikan lahirnya prestasi berharga dari peserta didik di kawasan pedesaan. (Mal)
