BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,8 yang berpusat di darat wilayah Kabupaten Wonosobo terasa hingga ke kawasan selatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) pukul 02.43 WIB.
Meski intensitas guncangan tergolong ringan, bencana ini mengakibatkan bagian dapur rumah milik warga di Dukuh Sigandul, Desa Mojotengah, Kecamatan Reban, ambruk.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan di wilayah Batang relatif terbatas pada satu unit bangunan dan dipastikan tidak memakan korban jiwa.
Baca Juga:Hutan Jati Perhutani di Weleri Terbakar 1 Hektar, Petugas Gabungan Padamkan Api Pakai Alat SeadanyaNikmati Momen! Ramalan Cinta Zodiak 14 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Dampak gempa hanya dirasakan kecil di wilayah yang berbatasan di selatan. Pantauan kami, area Bawang dan Reban terasa bergoyang sedikit. Terkait kerusakan, hanya satu rumah yang terdampak, itu pun hanya bagian dapur,” ujar Wawan di Kabupaten Batang, Senin (14/9/2026).
Insiden tersebut menguak persoalan mitigasi bencana daerah. Camat Reban, Sugiharto, mengungkapkan bahwa bangunan yang terdampak berdiri di zona rawan pergerakan tanah dan longsor yang secara administratif sudah dilarang sebagai kawasan hunian.
Pemerintah daerah sebenarnya telah memindahkan penghuni kawasan tersebut ke lokasi relokasi aman di Bintoro Mulyo. Namun, sejumlah warga memilih kembali dan tetap menempati struktur bangunan lama di Dukuh Sigandul.
Guna mencegah risiko susulan, pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran keselamatan serta bersedia menempati hunian relokasi yang telah disediakan secara permanen. (fel)
