Khawatir Rusak Lingkungan, Warga dan Relawan Lereng Ungaran Konsolidasi Tolak Proyek Geothermal

Khawatir Rusak Lingkungan, Warga dan Relawan Lereng Ungaran Konsolidasi Tolak Proyek Geothermal
ABDUL GHOFUR. MENOLAK - Warga dan relawan bersatu menyuarakan penolakan proyek geothermal, menjaga kelestarian Gunung Ungaran serta cagar budaya agar tetap terjaga dan terhindar dari kerusakan, Sabtu (12/9/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Puluhan relawan pencinta alam dan pegiat sosial yang tergabung dalam Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo menggelar konsolidasi di Balkondes Tamanrejo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Pertemuan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk penolakan tegas terhadap rencana pengembangan proyek energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran.

Warga lereng gunung dan pegiat lingkungan menilai proyek eksplorasi tersebut berpotensi merusak daya dukung lingkungan serta mengancam sumber daya air di wilayah penyangga Kabupaten Kendal.

Baca Juga:Hutan Jati Perhutani di Weleri Terbakar 1 Hektar, Petugas Gabungan Padamkan Api Pakai Alat SeadanyaNikmati Momen! Ramalan Cinta Zodiak 14 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Korwil Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo Kendal, Sri Joko Triyono, menyampaikan bahwa forum konsolidasi ini dibentuk untuk menghimpun keresahan masyarakat yang bermukim di lereng utara Gunung Ungaran.

“Ini wadah untuk menyuarakan keresahan masyarakat. Jangan sampai proyek ini justru merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan warga. Kami tidak ingin anak cucu menanggung risikonya,” ujar Sri Joko di Kendal, Senin (14/9/2026).

Kekhawatiran serupa diungkapkan relawan asal Limbangan, Hindrawan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur energi geothermal tidak boleh mengorbankan kelestarian alam dan cagar budaya yang selama ini menjaga ruang hidup warga setempat.

Pihaknya mendesak pemerintah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta mengevaluasi secara menyeluruh seluruh potensi risiko ekologis dan sosial sebelum melanjutkan tahapan proyek di kawasan tersebut. (fur)

0 Komentar