Dampak Industri KITB, Volume Sampah di Desa Kedawung Batang Melonjak Imbas Serbuan Pendatang

Dampak Industri KITB, Volume Sampah di Desa Kedawung Batang Melonjak Imbas Serbuan Pendatang
DOK. ISTIMEWA. BERSIHKAN SAMPAH - Pemkab Batang ajak warga terapkan bersih-bersih sampah di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Pesatnya perkembangan kawasan industri di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) membawa tantangan lingkungan baru bagi wilayah penyangga, khususnya kenaikan volume sampah harian akibat membludaknya jumlah pekerja migran dan pendatang.

Menanggapi persoalan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang bersama manajemen KITB, pemerintah kecamatan, relawan, dan masyarakat menggelar aksi gotong royong menyambut peringatan World Cleanup Day (WCD) di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (20/9/2026).

Kepala DLH Kabupaten Batang, Rusmanto, menyampaikan bahwa aksi kebersihan ini menyisir area aliran sungai, jalan desa, hingga pemukiman padat rumah indekos guna menggugah kesadaran warga dalam memilah serta mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Baca Juga:Kebakaran Hutan Perhutani di Kandangserang Pekalongan Hanguskan 26 Hektare LahanTak Jawab Telepon Orangtua, Remaja 15 Tahun di Patean Kendal Ditemukan Meninggal Dunia

“Aksi kebersihan bersama ini melibatkan DLH, KITB, relawan, dan warga. Kami berharap ini memantik kesadaran masyarakat. Minimal jika setiap rumah tangga bisa mengumpulkan dan memilah satu kilogram sampah per hari, penumpukan volume sampah tidak akan terjadi,” ujar Rusmanto di Batang.

Camat Banyuputih, Purmono, membenarkan bahwa Desa Kedawung menjadi titik fokus aksi lingkungan karena posisinya yang strategis sebagai kantong hunian indekos para pekerja industri luar daerah.

Menurutnya, perubahan pola aktivitas masyarakat dan meningkatnya pemukiman pekerja berbanding lurus dengan peningkatan limbah rumah tangga, sehingga pengelolaan sampah berkelanjutan harus menjadi komitmen harian.

Melalui sinergi antar-lembaga dan fasilitasi tempat pembuangan serta pengolahan sampah desa, Pemkab Batang mendorong gerakan kebersihan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan membangun kebiasaan hidup bersih secara permanen. (fel/nov)

0 Komentar