PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi kanal pembayaran digital serta meningkatkan pemahaman literasi keuangan berbasis teknologi.
Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan bahwa penguasaan instrumen finansial digital seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sangat krusial agar pegiat usaha tidak kehilangan peluang pasar di tengah pesatnya perilaku transaksi nontunai.
“Penggunaan QRIS mempermudah UMKM melayani konsumen yang tidak membawa uang tunai, terutama saat pameran atau transaksi berjumlah besar. Transformasi digital ini harus kita manfaatkan secara produktif,” ujar Afzan di Pekalongan.
Baca Juga:Tak Jawab Telepon Orangtua, Remaja 15 Tahun di Patean Kendal Ditemukan Meninggal DuniaLuangkan Waktu! Ramalan Cinta Zodiak 21 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
Meski demikian, Afzan mengingatkan para pelaku usaha agar tetap bijak mengelola keuangan serta mewaspadai berbagai modus kejahatan finansial digital yang kian marak, seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, dan investasi bodong.
Sementara itu, Kepala OJK Tegal, Kurnia Tri Puspita, menjelaskan bahwa sosialisasi ini ditujukan untuk memperkecil ketimpangan (gap) antara tingkat inklusi keuangan masyarakat yang sudah mencapai 97 persen dengan tingkat literasi yang baru berada di angka 66 persen.
“Banyak masyarakat sudah menggunakan produk jasa keuangan, namun belum sepenuhnya memahami hak dan kewajibannya. Edukasi ini penting agar UMKM mampu mengelola keuangan usaha secara aman dan terhindar dari scam,” jelas Kurnia.
Melalui sinergi antara Pemkot Pekalongan dan OJK, para pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan akses perbankan secara optimal guna memperkuat permodalan dan ekspansi bisnis secara sehat. (nul)
