Kebakaran 4 Hektare Lahan Tebu di Sragi Pekalongan Nyaris Hanguskan Perumahan Warga

Kebakaran 4 Hektare Lahan Tebu di Sragi Pekalongan Nyaris Hanguskan Perumahan Warga
HADI WALUYO. LAHAN TEBU TERBAKAR - Polisi bersama warga berjibaku dengan alat seadanya memadamkan kebakaran lahan tebu yang titik apinya kian mendekati pemukiman warga di Sragi, Minggu (20/9/2026).
0 Komentar

SRAGI, RADARPEKALONGAN.ID — Kebakaran lahan tebu seluas sekitar empat hektare melanda kawasan perbatasan Kelurahan Sragi dan Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (20/9/2026) siang.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB ini sempat menimbulkan kepanikan warga lantaran kobaran api serta kepulan asap tebal dengan cepat bergerak merembet hingga nyaris mendekati tembok pemukiman penduduk di Perumahan Gebangkuning.

Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, mengonfirmasi bahwa kobaran api berawal dari area belakang SMK Negeri Sragi sebelum menjalar ke dua wilayah, yakni Mejasem di Kecamatan Siwalan dan Gebangkuning di Kelurahan Sragi.

Baca Juga:Tak Jawab Telepon Orangtua, Remaja 15 Tahun di Patean Kendal Ditemukan Meninggal DuniaLuangkan Waktu! Ramalan Cinta Zodiak 21 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

“Lahan tebu milik warga yang terbakar kurang lebih empat hektare. Karena lokasinya sangat dekat dengan perumahan, kami langsung mengerahkan tim pemadam kebakaran untuk pembasahan agar api tidak masuk ke rumah warga,” ujar Turkhan di Pekalongan, Minggu (20/9/2026).

Petugas kepolisian bersama pemadam kebakaran dan warga setempat bergerak cepat melakukan pemadaman serta penyekatan di garis batas lahan guna menghentikan penjalaran api.

Selain mengancam bangunan rumah, kepulan asap pekat dari rumpun tebu yang terbakar juga membumbung tinggi hingga mengganggu jarak pandang pengguna jalan di sekitar jalur utama Sragi.

Api berhasil dikendalikan sepenuhnya setelah satu jam penanganan. Meski demikian, tim gabungan tetap disiagakan di lokasi untuk proses pendinginan mengingat cuaca terik dan hembusan angin kencang berpotensi memicu munculnya kembali titik api.

Pihak kepolisian mengimbau warga sekitar untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas berisiko memicu kebakaran di musim kemarau, seperti membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok di area lahan kering. (had)

0 Komentar