Plt Bupati Pekalongan Dorong Santri Melek Teknologi dan Persiapkan Hari Santri Inklusif

Plt Bupati Pekalongan Dorong Santri Melek Teknologi dan Persiapkan Hari Santri Inklusif
Istimewa. DORONG - Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, mendorong para santri dan pelajar untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi memiliki kemampuan teknologi.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mendorong para santri dan pelajar di wilayahnya untuk tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga aktif menguasai teknologi informasi serta keterampilan digital yang relevan dengan tuntutan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Sukirman usai mengisi sesi wawancara podcast bersama para siswa MTs Salafiyah Simbang Kulon yang mengelola penerbitan majalah dan platform media sosial “Media An-Najah”.

Sukirman mengapresiasi kreativitas serta keberanian para pelajar dalam menggalakkan budaya literasi dan berkomunikasi dengan publik luar.

Baca Juga:Kebakaran Hutan Perhutani di Kandangserang Pekalongan Hanguskan 26 Hektare LahanTak Jawab Telepon Orangtua, Remaja 15 Tahun di Patean Kendal Ditemukan Meninggal Dunia

“Santri harus melek teknologi dan tidak boleh tertinggal. Perangkat digital seperti komputer maupun ponsel pintar harus dimanfaatkan secara produktif untuk merengkuh informasi seluas-luasnya, mengasah kreativitas, serta memperkuat keterampilan ekonomi,” ujar Sukirman di Pekalongan.

Selain mendorong literasi digital di sekolah dan pesantren, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga mulai mematangkan Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang jatuh pada 22 Oktober mendatang.

Sukirman menjelaskan bahwa Pemkab Pekalongan telah menyiapkan alokasi anggaran dan menggelar musyawarah bersama Ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, pimpinan pondok pesantren, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), serta tokoh agama setempat.

Rangkaian HSN 2026 direncanakan diisi dengan upacara bendera, berbagai perlombaan, hingga karnaval budaya yang dikemas lebih terkonsep dan tertata rapi.

Pemkab Pekalongan menegaskan komitmennya untuk menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum inklusif yang merangkul seluruh elemen masyarakat dan lembaga pendidikan umum, bukan sekadar agenda seremonial kelompok tertentu. (yon)

0 Komentar