BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Guna membentengi wilayah daratan dari laju abrasi pesisir utara (Pantura), sebanyak 1.500 bibit mangrove ditanam secara bertahap di kawasan Pantai Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (17/9/2026).
Aksi penghijauan pesisir ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Batang, serta dukungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Rusmanto, menjelaskan bahwa total bantuan dari PGN mencapai 10.000 bibit mangrove yang disebar di beberapa titik pesisir Pantura, dengan 1.500 bibit dipusatkan di Pantai Kuripan.
Baca Juga:Kebakaran Hutan Perhutani di Kandangserang Pekalongan Hanguskan 26 Hektare LahanTak Jawab Telepon Orangtua, Remaja 15 Tahun di Patean Kendal Ditemukan Meninggal Dunia
“Penanaman mangrove di Kuripan ini sangat krusial karena rata-rata tingkat pengurangan garis pantai di pesisir akibat abrasi mencapai 20 hingga 40 sentimeter per tahun,” ujar Rusmanto di Batang.
Penanaman ini melibatkan kelompok tani pesisir lokal, Cabang Dinas Kehutanan (CDK), Pemerintah Kecamatan Subah, serta warga setempat guna memastikan keberlanjutan perawatan bibit yang telah ditanam.
Camat Subah, M Yasin, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Menurutnya, keberadaan vegetasi mangrove yang terawat terbukti efektif meredam benturan gelombang laut di Pantai Kuripan.
Melalui sinergi lintas lembaga dan pemberdayaan komunitas lokal, Pemkab Batang berharap benteng hijau mangrove ini mampu menjaga keseimbangan ekosistem pantai sekaligus melindungi pemukiman warga pesisir dari ancaman abrasi jangka panjang. (fel)
