KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mengoordinasikan rencana pembukaan tradisi tahunan Bendungan Gembiro yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, menyampaikan bahwa tradisi pengurasan air bendungan ini memiliki nilai historis yang kuat serta terbukti efektif menggerakkan roda ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
“Tradisi pembukaan Bendungan Gembiro selalu dinantikan masyarakat setiap Oktober. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendongkrak perekonomian warga, khususnya UMKM,” ujar Sukirman di Kajen.
Baca Juga:Kebakaran Hutan Perhutani di Kandangserang Pekalongan Hanguskan 26 Hektare LahanTak Jawab Telepon Orangtua, Remaja 15 Tahun di Patean Kendal Ditemukan Meninggal Dunia
Meski demikian, pelaksanaan pembukaan bendungan tahun ini masih membutuhkan evaluasi teknis karena kondisi alat pembuka pintu air di bendungan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan.
Pemkab Pekalongan telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar perbaikan pintu air dapat dituntaskan sebelum jadwal pembukaan tradisi dimulai.
Selain kendala alat, Pemkab Pekalongan juga mempertimbangkan keselamatan pekerjaan fisik proyek perbaikan Jembatan Penghubung Kalijambe-Pantianom yang berada di area hilir bendungan.
Sukirman memastikan bahwa koordinasi lintas sektor terus berjalan agar pelaksanaan tradisi dapat berlangsung aman tanpa mengganggu infrastruktur publik maupun membahayakan aktivitas warga di sekitar aliran sungai. (yon)
