Tekan Limbah Rumah Tangga, Pemkot Pekalongan Targetkan Kumpul 2.500 Liter Jelantah Lewat Gemar Jariah

Tekan Limbah Rumah Tangga, Pemkot Pekalongan Targetkan Kumpul 2.500 Liter Jelantah Lewat Gemar Jariah
ISTIMEWA. SOSIALISASI - Ketua TP PKK Kota Pekalongan memberikan arahan dalam sosialisasi program Gemar Jariah.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bersama Tim Penggerak PKK meluncurkan inovasi pengelolaan lingkungan bertajuk Gerakan Bersama Mengubah Jelantah Jadi Rupiah (Gemar Jariah).

Program ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membuang limbah minyak goreng bekas sembarangan, melainkan mengumpulkannya agar memiliki nilai ekonomis.

Dalam sosialisasi di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Jumat (18/9/2026), Pemkot membidik target awal pengumpulan sekurang-kurangnya 2.500 liter minyak jelantah dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum.

Baca Juga:Pemkab Kendal Gelontorkan Rp 14,27 Miliar Insentif untuk 14.273 Guru Keagamaan NonformalMerasa Gelisah? Ramalan Keuangan Zodiak 22 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menjelaskan bahwa jelantah yang terkumpul akan disalurkan ke industri pengolahan untuk dijadikan bahan baku energi terbarukan, seperti biodiesel dan bahan bakar penerbangan ramah lingkungan (avtur).

“Minyak jelantah yang biasanya dibuang dan mencemari lingkungan kini kita ubah menjadi tabungan bernilai rupiah. Langkah ini tidak hanya mengurangi pencemaran limbah, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi,” terang Joko di Pekalongan, Jumat (18/9/2026).

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya, mengungkapkan bahwa program Gemar Jariah rencananya akan diluncurkan secara resmi pada 5 Oktober 2026 mendatang dengan melibatkan kader Posyandu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Dharma Wanita Persatuan.

Inggit menambahkan, jika setiap ASN di Kota Pekalongan berkomitmen menyetorkan minimal satu liter minyak jelantah, potensi jelantah yang terkumpul bahkan dapat menembus angka 5.000 liter.

“Kami menerapkan konsep tabungan, sehingga minyak bekas yang disetorkan dapat dicairkan kembali dalam bentuk uang. Selain bernilai guna, gerakan ini mengedukasi publik pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” kata Inggit. (way)

0 Komentar