Belum Direnovasi Sejak 2008, Plafon SDN 2 Banyuurip Kendal Ambruk dan Ancam Keselamatan Siswa

Belum Direnovasi Sejak 2008, Plafon SDN 2 Banyuurip Kendal Ambruk dan Ancam Keselamatan Siswa
ABDUL GHOFUR. RUSAK - Eternit ruang kelas SDN 2 Banyuurip, Kecamatan Ngampel, Kendal, rusak dan sebagian copot hingga mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Banyuurip di Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, semakin mengkhawatirkan dan mendesak untuk segera direhabilitasi.

Fasilitas sekolah mengalami kerusakan berat di berbagai titik, mulai dari plafon eternit yang ambruk dan terlepas, dinding mengelupas, lantai keramik retak, hingga pintu dan jendela yang tak lagi utuh.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenyamanan serta keselamatan kegiatan belajar mengajar (KBM), terutama saat hujan turun yang memicu kebocoran di sejumlah ruang kelas.

Baca Juga:ramalan keuangan zodiak 24 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan PiscesIntuisi Kuat! Ramalan Keuangan Zodiak Kamis 24 September 2026 untuk Leo, Virgo, Libra, dan Scorpio

Guru SDN 2 Banyuurip, Siti Asrofah, mengungkapkan bahwa bangunan sekolah tempatnya mengajar terakhir kali menerima bantuan renovasi fisik pada 2008 atau belasan tahun silam.

“Terakhir mendapat bantuan renovasi pada 2008. Pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan bantuan rehabilitasi ke pemerintah, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ungkap Siti di Kendal, Selasa (22/9/2026).

Salah seorang siswa SDN 2 Banyuurip, Mohammad Azam Arafif, berharap pemerintah daerah segera memperbaiki ruang kelas mereka agar proses pembelajaran dapat berlangsung aman dan tenang.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Yanuar Fatoni, mengakui bahwa belum seluruh dari total 567 bangunan SD di Kendal berada dalam kondisi laik.

Yanuar menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memetakan kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah untuk direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas tingkat kerusakan serta alokasi anggaran daerah. (fur)

0 Komentar