Kisah Dedikasi Sopir Ambulans Evakuasi Korban MBG Batang, Rela Pakai Tabungan Pribadi Beli BBM

Kisah Dedikasi Sopir Ambulans Evakuasi Korban MBG Batang, Rela Pakai Tabungan Pribadi Beli BBM
NOVIA ROCHMAWATI. BANTU KORBAN - Para supir ambulans yang rela menggunakan uang pribadi untuk bantu evakuasi Korban Keracunan MBG di Bawang Batang.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Di balik padatnya alur evakuasi medis korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tersimpan kisah dedikasi tinggi dari puluhan pengemudi ambulans relawan.

Para sopir ambulans tersebut bekerja maraton selama dua hari dua malam demi mengantar jemput korban dari pemukiman warga serta pondok pesantren menuju Puskesmas Bawang dan sejumlah rumah sakit rujukan.

Bahkan, di tengah lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) yang membengkak akibat tingginya intensitas rujukan, beberapa relawan rela merogoh tabungan pribadi agar armada kendaraan operasional tetap bisa melaju.

Baca Juga:Jangan Posesif! Ramalan Cinta Zodiak 26 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan PiscesJadi Pusat Perhatian? Ramalan Cinta Zodiak Sabtu 26 September 2026 untuk Leo, Virgo, Libra, dan Scorpio

Koordinator Kelompok Ambulans Alas Roban (KAAR), Suparno atau yang akrab disapa Mbah Parno, membagikan uang pribadinya kepada para sopir guna memastikan ketersediaan BBM armada di lapangan.

“Yang penting mobil kita bisa jalan untuk jemput pasien. Saya bagikan uang pribadi sementara Rp150.000 per orang buat beli BBM teman-teman ambulans,” ujar Mbah Parno di Batang.

Sedikitnya 80 unit ambulans dikerahkan dalam aksi kemanusiaan ini. Armada tersebut berasal dari ambulans desa, organisasi masyarakat seperti LazisMu dan LazisNU, hingga relawan daerah tetangga seperti Sukoharjo, Plantungan, dan Kendal.

Salah seorang pengemudi ambulans, Mustakim (35), mengungkapkan satu armada bisa melakukan enam hingga delapan kali perjalanan bolak-balik dalam sehari dengan jarak tempuh mencapai 87 kilometer sekali jalan.

“Sejak Rabu sore kami evakuasi pasien dari rumah dan pondok. Antrean ambulans sempat mengular sampai area SPBU. Kami bertahan dua hari dua malam demi memastikan seluruh pasien tertangani,” kata Mustakim.

Pasien yang membutuhkan perawatan intensif dirujuk secara bertahap menuju RSUD Limpung, RSUD Batang, serta Puskesmas Bandar, Subah, dan Gringsing hingga situasi darurat terkendali. (nov)

0 Komentar