Dalam tradisi tertentu, keduanya dilakukan sebagai simbol untuk mengurangi pengaruh buruk dari hasil perhitungan weton.
4. Melakukan bangun nikah
Bagaimana jika pasangan sudah menikah tetapi kemudian mengetahui bahwa hasil wetonnya dianggap kurang cocok?
Sebagian tradisi mengenal istilah bangun nikah, yaitu melakukan akad nikah kembali sebagai bentuk pembaruan ikatan sekaligus penangkal berdasarkan kepercayaan tertentu.
Baca Juga:Pasangan Weton Paling Cocok dan Langgeng Menurut Primbon Jawa! Cek Apakah Wetonmu Termasuk?Pasangan Weton yang Tidak Boleh Menikah Menurut Jawa dan Pantangannya! Ternyata Ini Alasannya
Praktik ini tentu berkaitan dengan tradisi yang dianut masing-masing keluarga sehingga pelaksanaannya dapat berbeda.
Jangan Lupakan Langkah Non-Ritual
Selain berbagai cara yang bersifat tradisional, ada beberapa hal yang justru penting diperhatikan sebelum mengambil keputusan berdasarkan hasil weton.
Pastikan hari dan pasaran sudah benar. Kesalahan mencatat weton dapat menyebabkan seluruh perhitungan menjadi keliru.
Bicarakan dengan pasangan. Jangan menyimpan kekhawatiran seorang diri hanya karena hasil hitungan tertentu.
Libatkan keluarga secara dewasa. Jika weton menjadi pertimbangan keluarga, pembahasannya sebaiknya dilakukan dengan komunikasi terbuka.
Perhatikan kecocokan dalam kehidupan nyata. Kesamaan nilai, tujuan hidup, komunikasi, sikap saling menghargai, dan kemampuan menyelesaikan konflik menjadi bagian penting dalam menjalani rumah tangga.
Jangan buru-buru mengakhiri hubungan. Hasil weton yang kurang baik tidak harus dijadikan alasan utama untuk berpisah apabila hubungan sebenarnya berjalan dengan baik.
Baca Juga:Watak Weton Menurut Hitungan Neptu 7 hingga 18 dalam Primbon Jawa! Apakah Sesuai dengan Watakmu?Ini Ramalan Nasib Berdasarkan Weton dan Bulan Lahir Menurut Primbon Jawa! Hitung Neptu dan Pranata Mangsamu
Dengan begitu, weton tetap dapat ditempatkan sebagai bagian dari kearifan lokal tanpa membuat pasangan merasa seluruh masa depannya sudah ditentukan oleh angka.
Bagaimana Jika Ingin Tetap Mengikuti Tradisi?
Jika Kamu dan keluarga ingin menghormati tradisi Jawa tetapi tidak ingin terlalu terikat pada pandangan yang fatalistis, pendekatan yang lebih seimbang bisa dilakukan.
Misalnya, ritual dapat diarahkan sebagai bentuk doa untuk memohon kemudahan dan keberkahan, bukan sebagai upaya mengubah takdir secara magis.
Langkah tersebut kemudian dapat disertai sedekah dan usaha memperbaiki kualitas hubungan.
Hal yang tidak kalah penting adalah memilih orang yang memberikan pandangan secara bijak.
Jika ingin berkonsultasi mengenai weton, pilih ahli primbon yang terbuka dan tidak langsung menakut-nakuti pasangan dengan hasil perhitungan tertentu.
Bagi yang beragama, pertimbangan tradisi juga dapat diselaraskan dengan keyakinan masing-masing.
