RADARPEKALONGAN.ID – Pasangan weton yang tidak boleh menikah menurut Jawa umumnya merujuk pada kombinasi weton yang dianggap memiliki kecocokan kurang baik dalam primbon.
Namun, pantangan tersebut tidak selalu berarti pernikahan pasti berakhir buruk karena weton lebih sering dipandang sebagai peringatan untuk meningkatkan kehati-hatian dan ikhtiar.
Dalam tradisi Jawa, perhitungan weton digunakan untuk melihat keseimbangan antara hari dan pasaran kelahiran calon pasangan.
Baca Juga:Cara Menghitung Kecocokan Jodoh Menurut Primbon Jawa dan Arti Hasilnya!Watak Weton Menurut Hitungan Neptu 7 hingga 18 dalam Primbon Jawa! Apakah Sesuai dengan Watakmu?
Beberapa kombinasi dianggap membawa tantangan lebih besar sehingga perlu diperhatikan sebelum menentukan pernikahan.
Pasangan Weton yang Tidak Boleh Menikah Menurut Jawa
Ada beberapa kombinasi yang sering disebut sebagai pantangan dalam perhitungan primbon Jawa.
Bentuknya tidak hanya berdasarkan nama weton, tetapi juga dapat dilihat dari jumlah neptu atau hasil perhitungan tertentu.
1. Wage dan Pahing
Weton dengan pasaran Wage dan Pahing menjadi salah satu kombinasi yang paling sering dianggap kurang cocok untuk pernikahan.
Dalam filosofi yang berkembang, Wage dan Pahing diibaratkan seperti air dan minyak yang sulit menyatu.
Keduanya dipercaya mempunyai energi yang berlawanan sehingga berpotensi memunculkan pertengkaran dan ketidakharmonisan dalam rumah tangga.
Beberapa versi perhitungan bahkan mengaitkan kombinasi ini dengan energi olo atau buruk. Dampaknya dipercaya dapat berupa:
Baca Juga:Begini Cara Menghitung Hari Baik Membeli Motor Menurut Primbon Jawa! Simak Rumus NeptunyaArti Kedutan Mata Kanan Atas Menurut Primbon Jawa dan Penjelasan Medisnya!
- Konflik yang berlangsung berulang.
- Hubungan rumah tangga kurang harmonis.
- Perselisihan yang sulit diselesaikan.
- Potensi perpisahan.
2. Pasangan dengan Total Neptu 25
Jumlah neptu 25 juga termasuk angka yang sering dianggap perlu diwaspadai. Dalam metode Pegat, hasil tersebut dikaitkan dengan kemungkinan perpisahan atau perceraian.
Beberapa contoh kombinasi yang menghasilkan jumlah 25 yaitu:
- Senin Wage (8) + Kamis Pon (17) = 25
- Selasa Kliwon (11) + Jumat Pahing (14) = 25
- Minggu Kliwon (13) + Senin Kliwon (12) = 25
Kategori Pegat dipercaya menunjukkan adanya tantangan berat dalam kehidupan rumah tangga.
Persoalan ekonomi, perselingkuhan, maupun konflik internal disebut dapat menjadi ujian yang berpotensi mengarah pada perpisahan.
3. Hasil Satriya Wirang, Bumi Kapetak, dan Lebu Katiup Angin
Dalam metode hitungan tertentu, terdapat tiga hasil yang dianggap kurang baik untuk pasangan yang hendak menikah, yaitu Satriya Wirang, Bumi Kapetak, dan Lebu Katiup Angin.
Maknanya antara lain:
- Satriya Wirang: dikaitkan dengan kesulitan ekonomi dan persoalan harga diri.
- Bumi Kapetak: menggambarkan rumah tangga yang terasa sempit, penuh masalah, dan banyak tekanan.
- Lebu Katiup Angin: melambangkan hubungan yang mudah goyah dan berpotensi mengalami perpisahan.
