KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Angka peristiwa kebakaran di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menunjukkan tren peningkatan tajam hingga menembus 312 kasus.
Merespons lonjakan insiden tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal memperketat edukasi mitigasi agar masyarakat mampu mengambil tindakan pemadaman mandiri pada menit-menit awal sebelum kobaran api membesar.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kendal, Bambang Djoko Pitono, menegaskan bahwa fase menit pertama terjadinya percikan api merupakan momen paling krusial untuk menekan potensi kerugian material dan korban jiwa.
Baca Juga:Penuh Canda? Ramalan Cinta Zodiak 29 September 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces Cukup Posesif? Ramalan Cinta Zodiak Selasa 29 September 2026 untuk Leo, Virgo, Libra, dan Scorpio
“Menit awal adalah waktu yang sangat krusial. Jika warga mampu mencegah dan memadamkan api sejak dini, otomatis kebakaran skala besar dapat dihindari,” kata Bambang di Kendal, Senin (28/9/2026).
Berdasarkan rincian data pemadam kebakaran per pertengahan September, dari total kejadian yang ada, kasus didominasi kebakaran hutan dan lahan (123 kasus), bangunan rumah warga (84 kasus), tempat usaha (43 kasus), kendaraan (12 kasus), serta fasilitas umum dan sektor lainnya.
Bambang menambahkan, faktor utama pemicu maraknya insiden kebakaran di lapangan masih didominasi oleh kelalaian manusia (human error), seperti kecerobohan penggunaan kompor dan pengabaian kelayakan instalasi listrik.
Guna menekan angka kejadian, Pemkab Kendal bersama Dinas Sosial (Dinsos) turut mengagendakan simulasi pemadaman api ringan, edukasi kebocoran tabung gas LPG, hingga pendampingan psikologis bagi korban terdampak.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dini, terutama dengan meremajakan instalasi listrik rumah tangga yang sudah berusia puluhan tahun demi mencegah korsleting. (fur)
