Siswa MAN IC Pekalongan Ciptakan Game Batik Tycoon, Lolos Finalis Nasional FIKSI 2026

Siswa MAN IC Pekalongan Ciptakan Game Batik Tycoon, Lolos Finalis Nasional FIKSI 2026
ISTIMEWA. INOVASI – Dua siswa MAN IC Pekalongan, Benhanan El-Barqie dan Fauzi Razan Azzamy Prabowo, menciptakan inovasi berupa game \'Batik Tycoon\' dan berhasil lolos tahap Final FIKSI 2026.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Dua siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan, Benhanan El-Barqie dan Fauzi Razan Azzamy Prabowo, berhasil menembus babak Finalis Nasional Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026 berkat karya game digital bertajuk “Batik Tycoon”.

Ajang kompetisi bergengsi tahunan bagi pelajar tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Mengusung nama Tim Sawah Sejahtera, kedua pelajar tersebut merancang Batik Tycoon sebagai permainan simulasi bisnis 3-in-1 berbasis edukasi Project-Based Learning yang memadukan misi pelestarian budaya lokal, kepedulian lingkungan, serta literasi keuangan.

Baca Juga:Jalan Kaliwungu-Boja Amblas 36 Meter, Dishub Kendal Imbau Truk Besar Batasi MuatanAda Hambatan? Ramalan Keuangan Zodiak 2 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

“Pemain ditantang menyimulasikan berbagai tahapan produksi batik, mulai dari membeli kain mori, mencanting, pewarnaan, hingga proses pelorodan,” ujar Razan di Pekalongan, Jumat (2/10/2026).

Selain mengedukasi alur pembuatan batik Nusantara, game ini mengintegrasikan mekanisme pengolahan limbah cair industri melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) digital guna memicu kesadaran menjaga ekosistem sungai.

Batik Tycoon juga dibekali materi pengelolaan keuangan interaktif untuk meningkatkan literasi finansial remaja agar terhindar dari risiko pinjaman online (pinjol) ilegal.

Guna menjaga akurasi materi sejarah dan operasional bisnis, pengembangan purwarupa game telah melalui proses validasi teknis bersama Museum Batik Pekalongan, Kampung Batik Kauman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, serta akademisi UNNES dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Berdasarkan pengujian User Experience Questionnaire (UEQ), inovasi digital siswa madrasah ini berhasil meraih predikat Excellent (Sangat Baik) pada dimensi stimulasi, daya tarik, kebaruan, dan ketepatan antarmuka. (way)

0 Komentar