Tolak Proyek Geothermal Gunung Ungaran, Aliansi Gelar Konvoi dan Pasang 200 Banner

Tolak Proyek Geothermal Gunung Ungaran, Aliansi Gelar Konvoi dan Pasang 200 Banner
ABDUL GHOFUR. ORASI - Kordinator Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo, Sri Joko Triyono menggelar aksi penolakan rencana pengeboran geothermal dengan membentangkan banner di kawasan lereng Gunung Ungaran, Minggu (4/10/2026).
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo Korwil Kendal menggelar aksi konvoi menolak rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau geothermal di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Aksi penolakan yang berlangsung pada Minggu (4/10/2026) tersebut diikuti lebih dari 100 peserta dengan rute konvoi mulai dari Cangkiran menuju kawasan Medini.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan serta memasang sekitar 200 banner penolakan di sepanjang jalur Cangkiran hingga Medini sebagai simbol penolakan keras masyarakat terhadap rencana pengeboran geothermal.

Baca Juga:Geliat Sport Tourism di Batang, DPRD Sebut Jadi Pengungkit Ekonomi dan Magnet WisataAda Hasil Besar? Ini Dia Zodiak yang Beruntung Besok 6 Oktober 2026

Koordinator Wilayah Kendal Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo, Sri Joko Triyono, menegaskan bahwa keberadaan proyek geothermal dikhawatirkan dapat merusak ekosistem serta mengancam sumber air bersih warga.

“Kami memasang sekitar 200 banner dari Cangkiran sampai Medini. Isinya penolakan terhadap proyek geothermal Gunung Ungaran sekaligus dampak negatif yang kami khawatirkan,” ujar Joko di Kendal, Minggu (4/10/2026).

Selain memasang spanduk imbauan, para peserta aksi membawa gunungan hasil bumi berupa sayur-mayur sebagai lambang ketergantungan ekonomi warga sekitar pada sektor pertanian Gunung Ungaran.

Joko menilai kawasan Gunung Ungaran selama ini menjadi penyokong utama komoditas pangan dan pasokan air di sejumlah pasar wilayah Kendal, Kabupaten Semarang, hingga Kota Semarang.

Aliansi turut mempertanyakan urgensi pembangunan PLTP tersebut mengingat pasokan listrik di Pulau Jawa dinilai masih mengalami surplus.

Pihak aliansi mengusulkan pemerintah untuk mengalihkan fokus ke pengembangan pembangkit listrik tenaga air di Bendung Bodri, Kecamatan Singorojo, yang sekaligus berfungsi sebagai pemodelan pengendalian banjir Sungai Bodri. (fur)

0 Komentar