BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mulai mengancam ketersediaan pakan ternak akibat menipisnya limbah hasil pertanian seperti tebon jagung dan bekatul.
Penurunan produksi tanaman pangan dan terbatasnya luas tanam selama kekeringan berimbas langsung pada berkurangnya pasokan jagung pipilan hingga bahan pakan hijauan bagi para peternak lokal.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang mendorong peternak untuk segera menyiapkan cadangan pakan guna mengantisipasi musim paceklik.
Baca Juga:Pabrik PT Kayu Lapis Indonesia di Kendal Terbakar, Api Diduga Muncul dari Korsleting ListrikTerungkap, Mayat Terborgol di SPPG Kendal Adalah Warga Sarirejo, Tewas Dipukul Benda Tumpul
“Ketika musim paceklik di mana biasa terjadi pada musim kemarau, kita siap-siap menandon dalam bentuk awetan segar (silase) ataupun awetan kering yang namanya hay atau pakan jadi pabrikan,” ujar Kepala Bidang Peternakan Dispaperta Kabupaten Batang, M Arief Edyanto, di Batang.
Arief menjelaskan, teknik pengolahan pakan melalui fermentasi rumput menjadi silase mulai diterapkan oleh sejumlah peternak di wilayah dataran tinggi Batang sebagai pakan cadangan saat hijauan segar langka.
Langkah pengawetan dan diversifikasi pakan ini dinilai efektif menjaga stabilitas kebutuhan nutrisi ternak tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan rumput segar harian.
Melalui strategi penandonan pakan awetan dan pendampingan Pejabat Otoritas Veteriner, Pemkab Batang berharap populasi serta produktivitas ternak warga tetap terjaga selama masa kekeringan. (nov)
