RADARPEKALONGAN.ID — SDIT Bahrul Ulum Pekalongan menerapkan langkah inovatif dalam penyusunan kurikulum pendidikan dengan memasukkan olahraga renang sebagai mata pelajaran wajib bagi seluruh peserta didik.
Berbeda dari sekolah pada umumnya yang menempatkan olahraga air sebagai kegiatan ekstrakurikuler, SDIT Bahrul Ulum mengintegrasikan pelatihan renang langsung ke dalam komponen penilaian rapor siswa.
Kebijakan ini diambil sebagai upaya pembekalan kecakapan hidup (life skill), pembentukan karakter disiplin, serta peningkatan ketahanan fisik anak sejak usia dini.
Baca Juga:Pemkab Kendal Salurkan Bantuan KJN Bagi 480 Warga Rentan, Sasar Lansia Hingga ODGJKronologi Hilangnya Donna Sebelum Ditemukan Tewas Terborgol di Kaliwungu Kendal
“Kami ingin memastikan setiap lulusan SDIT Bahrul Ulum tidak hanya unggul dalam aspek akademis dan agama, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang baik. Dengan menjadikannya mata pelajaran wajib, seluruh siswa mendapatkan porsi latihan yang terukur dan rutin di bawah pengawasan instruktur profesional,” ujar Kepala Sekolah SDIT Bahrul Ulum Pekalongan, Abdul Aziz, di Pekalongan.
Abdul Aziz menjelaskan, program renang tersebut dilaksanakan secara berkala setiap bulan melalui kerja sama dengan pengelola kolam renang lokal yang aman dan representatif.
Inovasi kurikulum ini mendapat sambutan positif dari para wali murid karena anak-anak memperoleh pelatihan olahraga terstruktur di jam sekolah tanpa memerlukan biaya atau jadwal tambahan untuk klub luar.
Melalui konsistensi program tersebut, SDIT Bahrul Ulum Pekalongan berkomitmen mencetak generasi muda yang sehat jasmani, berani, serta memiliki kepercayaan diri tinggi. (mal)
