KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Sejumlah pedagang di Pasar Induk Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mengeluhkan sepinya aktivitas pembeli usai berpindah dari lokasi pasar sementara di Terminal Bahurekso, Desa Jenarsari.
Kondisi sepi pembeli tersebut berdampak pada penurunan omzet harian pedagang secara drastis, hingga membuat sebagian penyewa lapak memilih gulung tikar dan meninggalkan pasar.
Di area lantai dua pasar misalnya, dari kapasitas sekitar 500 los perdagangan, kini hanya terisi kurang dari 100 pedagang yang bertahan.
Baca Juga:Amankan Karnaval SCTV di Alun-alun Batang, Polresta Terjunkan 436 Personel dan Pengamanan 3 RingPemkab Kendal Salurkan Bantuan KJN Bagi 480 Warga Rentan, Sasar Lansia Hingga ODGJ
“Belum laku sampai siang, bahkan sehari cuma dapat Rp 10.000 sampai Rp 30.000. Kalau bisa dibenahi, atau pedagang lantai dua diturunkan saja supaya bisa kumpul semua. Masa pasar induk kalah ramai sama pasar relokasi,” ujar salah seorang pedagang, Hartono, di Weleri, Kendal.
Selain masalah sepinya pengunjung, para pedagang juga mengeluhkan penarikan retribusi harian sebesar Rp 4.000 per los berukuran 2×2 meter persegi yang tetap berjalan di tengah anjloknya pendapatan pedagang.
Para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal beserta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM turun langsung mengevaluasi tata letak los serta merumuskan strategi promosi untuk menghidupkan kembali denyut perekonomian di Pasar Induk Weleri.
Respons cepat dan langkah intervensi dari pemerintah daerah dinilai krusial agar fasilitas pasar yang telah dibangun dapat berfungsi optimal serta menyejahterakan para pedagang lokal. (fur)
