KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyiapkan lahan bekas pasar darurat seluas 8 hektare di Desa Kwayangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Penyiapan lahan tersebut merupakan tindak lanjut atas hasil audiensi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Kementerian Sosial, Jakarta.
Fasilitas pendidikan ini diproyeksikan mulai dibangun pada awal 2027 dan ditargetkan siap beroperasi menyambut tahun ajaran baru 2027.
Baca Juga:Pemkab Kendal Salurkan Bantuan KJN Bagi 480 Warga Rentan, Sasar Lansia Hingga ODGJKronologi Hilangnya Donna Sebelum Ditemukan Tewas Terborgol di Kaliwungu Kendal
“Jadi setelah kami bertemu Wamensos Pak Agus Jabo, kami langsung kaji persiapannya. Sepertinya kami mampu menyiapkan lahan untuk Sekolah Rakyat. Lokasinya di bekas pasar darurat Kedungwuni. Harapannya tahun ajaran baru 2027 sudah beroperasi,” ujar Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, di Kajen.
Sukirman menjelaskan, pendataan peserta didik Sekolah Rakyat akan menerapkan seleksi ketat berbasis pencocokan data desil kemiskinan masyarakat.
Program pendidikan gratis ini diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kelompok ekonomi rentan, yakni kategori Desil I hingga maksimal Desil III.
Selain pematangan lahan 8 hektare, Pemkab Pekalongan kini fokus menyelesaikan kelengkapan administrasi, penataan tata kelola manajemen sekolah, hingga penyediaan sarana pendukung pembelajaran. (yon)
