Ada beberapa bentuk ruwatan yang dikenal dalam tradisi Jawa, antara lain:
- Ruwatan Murwakala: prosesi adat yang dapat disertai pertunjukan wayang atau selamatan dan dipimpin orang yang memahami tata caranya.
- Siraman tujuh sumber: mandi menggunakan air dari tujuh sumber yang dicampur bunga setaman, sebagai simbol penyucian diri.
- Pemotongan ujung rambut: dalam sebagian tradisi, potongan rambut bersama pakaian bekas dilarung ke sungai atau laut sebagai lambang melepaskan hal buruk dari masa lalu.
- Mandi air garam pangruwat: bentuk sederhana yang dikenal dalam beberapa praktik tradisional dan dilakukan menggunakan air bercampur garam khusus untuk ruwatan.
Bentuk dan tata cara ruwatan tidak selalu sama di setiap daerah. Sebagian masyarakat menjalankannya sebagai warisan leluhur, sedangkan yang lain tidak menganggapnya sebagai keharusan.
3. Memperbanyak Sedekah, Doa, dan Perbuatan Baik
Selain ritual khusus, tradisi Jawa juga mengenal pentingnya perilaku sehari-hari sebagai bagian dari upaya memperbaiki kehidupan.
Baca Juga:Kelebihan dan Kekurangan Weton Minggu Wage Menurut Primbon Jawa! Punya Sifat Lembut Tetapi Pencemburu?Sifat Weton Selasa Kliwon Menurut Primbon Jawa yang Dikenal Karismatik, Tegas dan Setia!
Sedekah, doa, dan perbuatan baik menjadi bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan tanpa harus menunggu hari tertentu.
Beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan antara lain:
- Bersedekah sesuai kemampuan: berbagi uang, makanan, atau tenaga kepada orang yang membutuhkan.
- Mendoakan kebaikan: memohon kelancaran urusan dan perlindungan kepada Tuhan dengan tulus.
- Menolong sesama: membiasakan diri berbuat baik kepada manusia maupun makhluk hidup lainnya.
- Menjaga pikiran dan hati: berusaha mengurangi rasa iri, dengki, serta kebiasaan menyimpan kebencian.
Dalam kepercayaan tradisional, kebiasaan tersebut dipandang sebagai bagian dari laku untuk menjauhkan diri dari kemalangan.
Di luar konteks primbon, sedekah, doa, dan perbuatan baik juga dapat dijalankan sebagai bentuk kepedulian serta pembentukan perilaku yang lebih positif.
4. Menghindari Hari yang Dianggap Pantangan bagi Weton
Primbon Jawa tidak hanya membahas laku untuk membersihkan diri, tetapi juga mengenal perhitungan hari yang sebaiknya dihindari untuk kegiatan tertentu.
Pantangan ini biasanya diperiksa ketika seseorang merencanakan pernikahan, pindah rumah, atau membuka usaha.
Dalam sebagian tradisi, ada tanggal yang dikenal sebagai hari sangar, banaspati, dan taliwangke.
Bulan Suro juga dianggap kurang sesuai untuk beberapa jenis hajatan oleh sebagian masyarakat.
