RADARPEKALONGAN.ID – Cara membuang sial berdasarkan weton lahir dalam tradisi Jawa biasanya dilakukan melalui puasa weton, ritual ruwatan, sedekah, dan doa.
Berbagai laku tersebut dipercaya sebagai upaya membersihkan diri dari sengkolo atau kemalangan yang dikaitkan dengan perhitungan weton seseorang.
Dalam primbon Jawa, hari dan pasaran kelahiran menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan laku spiritual yang sesuai.
Baca Juga:Kelebihan dan Kekurangan Weton Minggu Wage Menurut Primbon Jawa! Punya Sifat Lembut Tetapi Pencemburu?Sifat Weton Selasa Kliwon Menurut Primbon Jawa yang Dikenal Karismatik, Tegas dan Setia!
Namun, kepercayaan mengenai weton dan kesialan merupakan bagian dari tradisi budaya, bukan kepastian bahwa seseorang akan mengalami nasib buruk karena tanggal lahirnya.
1. Melakukan Puasa Weton Sesuai Hari Kelahiran
Puasa weton merupakan salah satu cara yang dikenal dalam tradisi Jawa untuk menjalani laku spiritual berdasarkan hari kelahiran. Pelaksanaannya mengikuti kombinasi hari dan pasaran ketika seseorang dilahirkan.
Misalnya, seseorang yang lahir pada Senin Pon dapat menjalankan puasa setiap kali weton Senin Pon tiba.
Dalam kepercayaan primbon, laku ini diniatkan sebagai bentuk pembersihan diri, permohonan perlindungan dari bala, serta harapan agar rezeki dan urusan kehidupan berjalan lancar.
Beberapa weton yang dianggap memiliki perhitungan berat, seperti Ahad Pahing dan kombinasi tertentu lainnya, juga kerap dikaitkan dengan anjuran menjalani puasa weton secara rutin.
Hal yang biasanya diperhatikan dalam praktik ini meliputi:
- Mengetahui weton kelahiran: pastikan hari dan pasaran kelahiran sudah diketahui dengan benar.
- Menentukan waktu pelaksanaan: puasa dilakukan ketika weton tersebut berulang.
- Meluruskan niat: menjadikannya sebagai sarana introspeksi, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan memohon kebaikan.
- Memperhatikan kondisi tubuh: jangan memaksakan puasa apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan.
Tata cara puasa weton dapat berbeda sesuai tradisi keluarga atau daerah. Karena itu, tidak semua orang menjalankan bentuk laku yang sama.
2. Menjalani Ruwatan untuk Melepaskan Sengkolo
Ruwatan berasal dari kata ruwat, yang dalam tradisi Jawa berkaitan dengan upaya melepaskan seseorang dari keadaan yang dipercaya membawa kemalangan atau sengkolo.
Baca Juga:Hari Baik Pindah Rumah Menurut Islam dan Adab Memasuki Rumah Baru, Ini yang Perlu Kamu Tahu!Hari Baik Khitanan atau Sunatan Anak Menurut Primbon Jawa dan Cara Menentukannya!
Ritual ini sering dipilih ketika hasil perhitungan weton dianggap kurang baik.
Ruwatan juga dikenal dalam konteks perjodohan. Apabila hitungan weton pasangan dinilai kurang cocok, sebagian keluarga memilih menjalankan prosesi adat sebagai bentuk ikhtiar simbolis sebelum melanjutkan rencana pernikahan.
