PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Pekalongan memperkuat kesiapsiagaan darurat di lingkungan perkantoran pemerintah melalui pembekalan edukasi dan simulasi pemadaman api.
Kali ini, kegiatan pelatihan teknis mitigasi kebakaran menyasar para aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan, Jumat (9/10/2026).
Langkah sosialisasi keliling ini digelar sebagai upaya preventif meminimalkan potensi kebakaran gedung serta mengantisipasi dampak kelalaian pemanfaatan instalasi listrik dan tabung gas.
Baca Juga:Diduga "Microsleep", Sopir Boks Tewas Tabrak Truk Mogok di Jalur Pantura Cepiring KendalJangan Ikut Campur! Ramalan Cinta Zodiak 12 Oktober 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Kami berikan materi teori dan praktik pemadaman konvensional serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Berkaca dari kejadian kebakaran di Landungsari yang bermula dari pembakaran sampah, masyarakat dan pegawai diimbau selalu waspada,” ujar Kasi Pencegahan dan Informasi Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan, Falentino Eka Laksana Putra, di Pekalongan.
Falentino mengingatkan, saat terjadi kebocoran gas Elpiji, warga dilarang keras mematikan atau menyalakan sakelar listrik untuk menghindari pemicu percikan api, serta dianjurkan segera membuka sirkulasi udara.
Sementara itu, pihak DPMPPA Kota Pekalongan mengapresiasi simulasi langsung tersebut lantaran menjadi momentum evaluasi kelaikan serta perawatan unit APAR yang terpasang di area perkantoran.
Melalui pelatihan rutin di berbagai dinas instansi, Pemkot Pekalongan berharap seluruh pegawai memiliki kecakapan tanggap darurat (first responder) dalam menangani insiden kebakaran pada tahap awal. (nul)
