KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang yang dikelola oleh Yayasan Bela Batang Sejahtera, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akhirnya resmi dijatuhi sanksi penutupan permanen oleh pusat.
Keputusan tegas tersebut dikeluarkan menyusul insiden luar biasa dugaan keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 717 siswa dan orang tua di Kecamatan Bawang.
Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program MBG Kabupaten Batang, Suyono, membenarkan informasi terkait penghentian operasional dapur tersebut, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga:Gudang Rongsokan di Brangsong Kendal Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab dan KerugianFokus! Ramalan Keuangan Zodiak 16 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Penutupan permanen itu sebenarnya sudah saya dengar dari minggu lalu, tetapi saya belum berani menyampaikan karena belum ada surat tertulis dari pusat. Sekarang informasi itu sudah dikeluarkan,” ujar Wakil Bupati Batang, Suyono, di Batang.
Kendati dapur utama di Bawang ditutup total, Suyono memastikan hak para siswa penerima manfaat tidak terganggu karena suplai makanan harian langsung dialihkan secara sistem oleh pemerintah pusat ke SPPG terdekat yang masih beroperasi.
Terkait hasil uji laboratorium atas sampel makanan penyebab keracunan, pihak Pemkab Batang memilih menunggu rilis dokumen resmi sebelum memberikan keterangan lebih lanjut kepada publik.
Menanggapi insiden ini, Suyono memberikan peringatan keras kepada seluruh pengelola SPPG lain di wilayah Kabupaten Batang agar memperketat standar operasional prosedur (SOP) higienitas pangan guna mencegah kejadian serupa terulang. (nov)
