PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Di tengah ancaman alih fungsi lahan dan dampak perubahan iklim global, Kota Pekalongan mencatatkan tren positif peningkatan luas baku sawah produktif secara konsisten dari tahun ke tahun.
Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan mencatat, luas baku sawah yang pada tahun 2024 seluas 721 hektar berhasil melonjak menjadi 740 hektar pada 2025, dan bertambah hingga mencapai 774,85 hektar pada tahun 2026.
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, mengungkapkan bahwa ekspansi area persawahan ini merupakan hasil optimalisasi lahan rawa yang makin mengering pascapembangunan jaringan infrastruktur tanggul pantai dan sungai.
Baca Juga:Gudang Rongsokan di Brangsong Kendal Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab dan KerugianFokus! Ramalan Keuangan Zodiak 16 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
“Lahan baku sawah di Kota Pekalongan setiap tahun mengalami kenaikan. Kita mengombinasikan modernisasi teknologi pertanian dan varietas padi biosalin untuk meningkatkan produksi padi daerah,” ujar Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, di Pekalongan.
Lili menjelaskan, guna mengatasi tantangan intrusi air laut di wilayah pesisir Pekalongan, pemerintah daerah menerapkan penggunaan varietas padi tahan garam (biosalin) serta memanfaatkan teknologi drone untuk pemantauan dan penyemprotan hama.
Selain memacu angka produksi beras, Pemkot Pekalongan juga menguatkan ketahanan pangan tingkat rumah tangga melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta edukasi pola makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah melalui konsep urban farming guna memperkuat kemandirian gizi keluarga serta menekan ketergantungan konsumsi pada komoditas beras. (way)
