Hubungan bunyi tersebut membuat angka 8 diasosiasikan dengan rezeki, keberhasilan, dan kemakmuran.
Karena itu, sebagian orang lebih menyukai nomor telepon, nomor kendaraan, atau tanggal yang mengandung angka 8.
Perbedaan ini memperlihatkan bagaimana bahasa dapat membentuk makna simbolis suatu angka.
Baca Juga:Hari Baik Nikah dalam Islam Menurut Al-Quran dan Hadis, Lengkap dengan Syarat Sah Menikah!Hari Baik Menjual Ternak Menurut Tanggalan Umum agar Cepat Laku! Kamu Wajib Tahu
Angka 4 dikaitkan dengan kematian karena kemiripan pelafalan, sedangkan angka 8 diasosiasikan dengan kemakmuran.
Apakah Semua Orang China Menghindari Angka 4?
Tidak. Penghindaran angka 4 bukan aturan mutlak yang berlaku bagi seluruh masyarakat Tionghoa.
Sikap terhadap angka ini dapat berbeda berdasarkan wilayah, generasi, lingkungan keluarga, dan tingkat kepercayaan seseorang terhadap tradisi.
Sebagian orang benar-benar menghindari angka 4, sedangkan yang lain menganggapnya sebagai kepercayaan lama yang tidak perlu memengaruhi keputusan sehari-hari.
Karena itu, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dijadikan dasar untuk menggeneralisasi seluruh masyarakat Tionghoa.
Tidak semua orang memiliki pandangan atau perilaku yang sama terhadap simbol angka.
Kenapa orang China sering menghindari angka 4? Penyebab utamanya adalah kemiripan pelafalan angka empat, sì, dengan kata sǐ yang berarti mati dalam bahasa Mandarin.
Baca Juga:Hari Baik Menjual Ternak Menurut Primbon Jawa agar Transaksi Lebih Lancar dan membawa RezekiHari Baik Menjual Emas Perhiasan Menurut Tanggalan Umum agar Lebih Untung! Simak Waktu dan Tipsnya
Hubungan bunyi ini berkembang menjadi kepercayaan budaya yang dikenal sebagai tetraphobia dan memengaruhi sejumlah pilihan, mulai dari nomor lantai hingga tanggal perayaan.
Sebaliknya, angka 8 sering disukai karena dikaitkan dengan kemakmuran. Meski begitu, kepercayaan terhadap angka merupakan bagian dari tradisi budaya dan tidak berlaku seragam bagi semua orang Tionghoa.
