Kemarau Panjang Pemicu Debu, Kasus ISPA di Kota Pekalongan Naik 13,1 Persen Tembus 2.513 Kasus

Kemarau Panjang Pemicu Debu, Kasus ISPA di Kota Pekalongan Naik 13,1 Persen Tembus 2.513 Kasus
ISTIMEWA. PELAYANAN - Pelayanan pasien di RSUD Bendan Kota Pekalongan.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Dampak musim kemarau panjang yang memicu kekeringan dan peningkatan paparan debu menyebabkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Pekalongan melonjak hingga 13,1 persen.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan mencatat sebanyak 2.513 kasus ISPA terdeteksi hingga pertengahan September 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 2.222 kasus.

Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Puji Winarti, mengimbau warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan kesehatan serta membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga:Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Bangunan Terbengkalai Pantai Rowosari Kendal, Polisi Usut PenyebabPenuh Dukungan? Ramalan cinta zodiak 20 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

“Musim kemarau panjang membuat peningkatan debu sehingga kasus ISPA tahun ini 13,1 persen lebih tinggi dibanding tahun lalu. Meski demikian kondisi di Kota Pekalongan masih aman dan terkendali,” ujar Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Puji Winarti, di Pekalongan.

Puji menjelaskan, selain paparan debu jalanan, kebiasaan mengonsumsi minuman dingin secara berlebihan serta jajanan terbuka yang terpapar debu turut menjadi pemicu munculnya gejala radang tenggorokan hingga ISPA.

Pihak Dinkes memastikan bahwa sistem pelayanan kesehatan di puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama siap menangani keluhan warga secara berjenjang.

Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di area berdebu serta segera mendatangi puskesmas terdekat apabila mengalami gejala batuk, demam, dan sesak napas yang tidak kunjung membaik setelah lebih dari tiga hari. (nul)

0 Komentar