BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten Batang bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat kerja sama kebudayaan melalui program Muhibah Budaya yang dihelat di Aula Kantor Bupati Batang, Jawa Tengah.
Agenda tahunan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY tersebut bertujuan merajut kembali simpul keterkaitan historis antara Kasultanan Yogyakarta dan wilayah Kabupaten Batang di era Mataram Islam.
Melalui kegiatan edukasi budaya ini, pemerintah daerah berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif generasi muda agar lebih mengenal serta peduli terhadap pelestarian warisan leluhur.
Baca Juga:Antisipasi Potensi Kebakaran Tabung Gas, 96 Relawan Dapur MBG Kota Pekalongan Dilatih DamkarHilang Tiga Hari, Lansia di Patebon Kendal Ditemukan Meninggal Dunia di Area Persawahan
“Muhibah Budaya bertujuan menjalin kolaborasi dan mempererat kembali keterkaitan sejarah serta budaya Mataraman di wilayah yang dulunya berada di bawah pengaruh Mataram Islam,” ujar Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY, Dwi Agung Hernanto, di Batang.
Dwi Agung menjelaskan bahwa hubungan kekerabatan historis antara Sultan Agung beserta keturunannya hingga era Kasultanan Yogyakarta memiliki andil besar dalam membentuk identitas budaya lokal di Batang.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Tri Adi Susanto, menekankan pentingnya sinergi nyata dalam menjaga peninggalan arkeologis mulai dari era Mataram Kuno hingga Mataram Islam.
Pihaknya berharap kemajuan pembangunan modern di Kabupaten Batang tetap berjalan selaras dengan upaya perlindungan cagar budaya agar jati diri lokal tidak tergerus zaman. (nov)
