Baru 2 Bulan Dikeruk, Muara dan Dermaga Kendal Kembali Dangkal Tergerus Sedimentasi Alami

Baru 2 Bulan Dikeruk, Muara dan Dermaga Kendal Kembali Dangkal Tergerus Sedimentasi Alami
ABDUL GHOFUR. SEDIMENTASI - Alat berat mengeruk sedimentasi di Dermaga Tawang, Rowosari, Kendal, Selasa (20/10/2026), untuk memperlancar aktivitas nelayan.
0 Komentar

KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID — Alur muara dan perlintasan kapal nelayan di kawasan pesisir Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kembali mengalami pendangkalan akibat tingginya laju sedimentasi alami, meski baru dua hingga tiga bulan selesai dikeruk.

Kondisi penumpukan endapan lumpur serta pasir tersebut dilaporkan melanda sejumlah titik vital aktivitas perikanan, seperti Dermaga Tawang, Muara Kalikuto, dan Sendang Sikucing.

Apabila tidak ditangani melalui pengerukan dan pemeliharaan berkala, pendangkalan berulang tersebut berpotensi mengganggu keselamatan navigasi kapal serta melumpuhkan mobilitas nelayan saat hendak melaut.

Baca Juga:Tetapkan Batas! Ramalan Keuangan Zodiak 22 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces Pulihkan Energi! Ramalan Keuangan Zodiak Kamis 22 Oktober 2026 untuk Leo, Virgo, Libra, dan Scorpio

“Karakteristik alam di muara Kalikuto, Tawang, dan Sendang Sikucing membuat sedimentasinya sangat cepat. Kadang baru dua sampai tiga bulan sudah penuh lagi,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo, di Kendal, Selasa (20/10/2026).

Hudi menjelaskan bahwa alur muara memiliki peran strategis sebagai sarana transportasi utama perahu nelayan saat menuju perairan lepas maupun ketika hendak kembali menyandarkan kapal di dermaga.

Sebagai langkah penanganan di Dermaga Tawang, DKP Kendal telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan sebesar Rp 130 juta melalui program P3 Tawang untuk mengeruk endapan di area seluas 30 meter persegi.

Namun demikian, Pemkab Kendal menegaskan bahwa upaya pemulihan tidak bisa berhenti pada pengerukan sesekali, melainkan membutuhkan pemantauan dan pemeliharaan kontinu agar lalu lintas pelayaran nelayan lokal tidak terkendala. (fur)

0 Komentar