BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memperluas penerapan sistem manajemen talenta guna memetakan potensi dan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan daerah secara terukur.
Dalam tahapan lanjutan program tersebut, sebanyak 2.215 ASN Kabupaten Batang ditargetkan menjalani proses asesmen dan profiling kompetensi secara bertahap.
Langkah ini ditempuh untuk membangun tata kelola sumber daya manusia aparatur yang akuntabel, transparan, serta berbasis sistem merit di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Baca Juga:Mengapung di Sungai Buntu Kendal, Lansia 71 Tahun Ditemukan Meninggal Tanpa Tanda KekerasanRotasi 14 Pejabat Polres Kendal, AKP Dody Wahyu Jabat Kasatreskrim dan AKP Zaenudin Kasatresnarkoba
“Pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran kompetensi dan kinerja pegawai secara lebih presisi. Harapannya nanti seluruh ASN di Batang dapat terpenuhi,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Mutasi Promosi (PKMP) BPKSDM Batang, Moh. Noor Halim, di Batang.
Halim memaparkan, Pemkab Batang sebelumnya telah menyelesaikan asesmen terhadap 795 ASN melalui kerja sama dengan BKD Provinsi Jawa Tengah dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Selanjutnya, pemetaan akan dilanjutkan bagi 1.420 pegawai lainnya sehingga total ASN yang terpetakan mencapai 2.215 orang.
Dalam pelaksanaannya, manajemen talenta mengadopsi skema nine-box talent management (sistem sembilan kotak) yang mengelompokkan pegawai berdasarkan matriks kombinasi potensi dan kinerja.
Guna mendukung keakuratan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA), para ASN diimbau aktif memperbarui riwayat jabatan, pelatihan, dan data mandiri pada aplikasi BKN. (nov)
