Dekranasda Dorong UMKM Batk Pekalongan Terapkan Produksi Ramah Lingkungan Pakai Pewarna Alami

Dekranasda Dorong UMKM Batk Pekalongan Terapkan Produksi Ramah Lingkungan Pakai Pewarna Alami
ISTIMEWA. PAMERAN - Ketua Dekranasda saat menghadiri pembukaan Pameran Kolaborasi Museum Batik dengan Green Batik Pekalongan.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perajin batik untuk beralih ke metode produksi yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan bahan pewarna alami.

Penerapan standar produksi berkelanjutan ini digaungkan guna menjaga keseimbangan antara produktivitas sentra industri batik dan kelestarian ekosistem lingkungan sekitar.

Hal tersebut mengemuka dalam pembukaan Pameran Kolaborasi Museum Batik dengan Green Batik Pekalongan, Jawa Tengah.

Baca Juga:Dua Fasilitas KDMP di Kendal Dibobol Pencuri, Blower AC Raib dan CCTV Gagal Merekam KejadianTetap Tenang! Ramalan Keuangan Zodiak 28 Oktober 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, mengungkapkan bahwa kesadaran para perajin lokal, khususnya kelompok UMKM binaan untuk memanfaatkan pewarna alami dari ekstrak daun, bunga, hingga kayu kini menunjukkan tren peningkatan positif.

“Alhamdulillah, sekarang sudah banyak pembatik, terutama binaan Dekranasda, yang menggunakan pewarna alami. Pilihan warnanya juga semakin beragam dan menarik, serta mendapat minat dari masyarakat,” ujar Inggit Soraya di Pekalongan.

Selain mendorong pemanfaatan pewarna organik, Dekranasda juga menekankan pentingnya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berstandar saring agar air buangan produksi tidak mencemari badan air.

Inggit menegaskan bahwa paradigma lama yang mengidentikkan sungai berwarna hitam pekat sebagai simbol ramainya omset industri batik sudah saatnya diubah total demi masa depan lingkungan yang sehat.

“Sekarang kita ingin para pembatik tetap produktif dan usahanya berkembang, tetapi sungai juga tetap bersih. Dengan penggunaan pewarna alami dan pengolahan limbah yang baik, pencemaran ke sungai dapat diminimalkan,” sambungnya.

Penggunaan pewarna alami terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomis bagi produk kain nusantara sekaligus mendongkrak daya saing pasar busana ramah lingkungan (eco-friendly fashion) di tingkat nasional maupun global. (nul)

0 Komentar