Salah satu pilihan yang dapat dilakukan adalah mencukur atau memangkas bulu ketiak.
Bulu yang lebat dapat membuat area tersebut lebih lembap dan menjadi tempat keringat serta bakteri berkumpul.
Jika ingin menggunakan tawas atau produk berbahan alami, perhatikan kecocokannya dengan kulit. Hentikan pemakaian apabila muncul rasa perih atau iritasi.
Baca Juga:15 Produk Skincare Pria Terbaik untuk Wajah Bersih, Cerah, dan Bebas Jerawat! Ini Beberapa PilihannyaRekomendasi Skincare Wardah untuk Wajah Berminyak dan Jerawat! Ini Urutan Lengkap dari Cleanser Hingga Moist!
Hal terpenting adalah tidak memaksakan penggunaan produk tertentu hanya karena dianggap mampu menghilangkan bau badan.
Kapan Bau Badan Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Bau badan yang tidak membaik meskipun kebersihan sudah dijaga perlu mendapat perhatian. Terlebih jika perubahan aroma muncul secara tiba-tiba atau disertai keluhan lain.
Sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter apabila mengalami:
- Bau badan yang mendadak menjadi sangat kuat.
- Produksi keringat berlebihan hingga mengganggu aktivitas.
- Perubahan warna kulit atau iritasi pada area tertentu.
- Bau badan yang tetap muncul meskipun sudah rutin mandi dan menjaga kebersihan.
Dokter dapat membantu memeriksa kemungkinan penyebabnya, seperti hiperhidrosis, infeksi kulit, gangguan hormonal, atau kondisi medis lainnya.
Cara agar tidak bau badan dapat dimulai dengan kebiasaan sederhana, seperti mandi secara teratur, menggunakan deodoran atau antiperspiran, memilih pakaian yang menyerap keringat, serta menjaga pola makan dan gaya hidup. Pastikan juga tubuh tetap kering dan pakaian yang digunakan selalu bersih.
Lakukan perawatan secara konsisten dan perhatikan perubahan kondisi tubuh. Jika bau tidak sedap muncul secara tiba-tiba, disertai keluhan lain, atau tidak membaik setelah kebersihan diperbaiki, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter.
