Antisipasi Kebakaran Rumah Tangga dan Kantor, Damkar Gembleng ASN dan DWP Dishub Kota Pekalongan

Antisipasi Kebakaran Rumah Tangga dan Kantor, Damkar Gembleng ASN dan DWP Dishub Kota Pekalongan
ISTIMEWA. PELATIHAN - Damkar Kota Pekalongan memberikan oelatihan pemadaman api di Kantor Dishub Kota Pekalongan.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Pekalongan menggembleng kesiapsiagaan aparatur sipil negara (ASN), tenaga non-ASN, hingga jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan melalui simulasi dan sosialisasi penanganan kebakaran.

Kegiatan edukasi mitigasi bencana tersebut dipusatkan di Halaman Kantor Dishub Kota Pekalongan, Kamis (5/11/2026), dengan membekali peserta mengenai teknik pencegahan hingga praktik pemadaman api konvensional dan modern.

Kasi Pencegahan dan Informasi Satpol PP Damkar Kota Pekalongan, Falentino Eka Laksana Putra alias Eka, menjelaskan bahwa pembekalan ini bertujuan memperluas keterampilan penanganan darurat di lingkungan instansi pemerintah maupun domestik.

Baca Juga:Polisi Libatkan Labfor Telusuri Benda Logam dari Tubuh Bocah di Kaliwungu KendalManfaatkan Intuisi! Ramalan Zodiak 6 November 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius,dan Pisces

“Tujuannya agar setiap pegawai ASN maupun non ASN serta warga Kota Pekalongan bisa mengerti cara menanggulangi api. Jadi, ketika mengetahui ada potensi kebakaran, jika masih dalam skala kecil dan bisa ditangani dengan aman, dalam waktu kurang dari lima menit diharapkan api sudah bisa dipadamkan. Namun, apabila api sudah membesar atau lebih dari lima menit belum bisa dikendalikan, wajib segera menghubungi petugas Damkar,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta mempraktikkan langsung metode pemadaman konvensional menggunakan kain goni basah, simulasi pengoperasian Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga prosedur antisipasi kebocoran tabung gas LPG.

Sekretaris Dishub Kota Pekalongan, Sri Karyati, menyambut positif kolaborasi ini dan sengaja menggaet unsur DWP karena area dapur rumah tangga berisiko tinggi memicu titik api awal.

“Sering kali kebakaran skala rumah tangga berawal dari dapur. Karena itu, sasaran utama kami juga ibu-ibu Dharma Wanita. Harapannya, melalui kolaborasi dengan Satpol PP Damkar Kota Pekalongan, mereka bisa mengenali potensi bahaya sejak dini dan mengetahui cara penanganan awal, misalnya ketika gas mengalami kebocoran atau muncul percikan api,” tegasnya.

Sri Karyati menggarisbawahi bahwa pemahaman operasional APAR sangat vital agar sarana proteksi kebakaran yang terpasang di setiap sudut gedung perkantoran dapat berfungsi optimal saat kondisi darurat. (nul)

0 Komentar