Melalui integrasi pendidikan muatan lokal di madrasah dan sekolah serta sinergi komunitas, Fauzi optimistis sektor industri batik Pekalongan tetap berdaya saing tanpa kehilangan identitas tradisinya.
“Dengan adanya regenerasi ini, tidak hanya melahirkan penerus usaha, tetapi juga perajin, pelestari, dan generasi baru yang mampu membawa batik Pekalongan terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya,” pungkasnya. (nul)
