PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID — Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan menggembleng ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan melalui pembentukan program relawan Triple eR Warriors guna membudayakan gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan sekolah.
Langkah edukatif tersebut diperkuat dengan mengajak para relawan meninjau langsung proses pemrosesan dan pemilahan sampah di TPS-3R Motah Rusun Indah Krapyak, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kamis (5/11/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini bertujuan memberi pengalaman empiris bagi para pelajar mengenai dampak timbulan sampah kota.
Baca Juga:Polisi Libatkan Labfor Telusuri Benda Logam dari Tubuh Bocah di Kaliwungu KendalManfaatkan Intuisi! Ramalan Zodiak 6 November 2026 untuk Sagitarius, Capricorn, Aquarius,dan Pisces
“Program Triple eR Warriors telah memasuki angkatan keenam dengan melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK,” tuturnya saat mendampingi kegiatan di Krapyak.
Mabruri mengkalkulasikan, setiap satuan pendidikan membentuk tim kecil yang terdiri dari lima siswa dan satu guru pendamping. Hingga angkatan keenam, tercatat sekitar 500 relawan telah disiapkan menjadi penggerak kepedulian lingkungan.
“Para Triple eR Warriors ini kami persiapkan agar bisa menjadi agen perubahan, penggerak, sekaligus contoh bagi teman-temannya di satuan pendidikan. Mereka diharapkan mampu mengajak lingkungan sekitarnya untuk mengelola sampah, mulai dari hal-hal sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, hingga mendaur ulang,” terang Mabruri.
Ia memaparkan, produksi sampah di Kota Pekalongan mencapai sekitar 160 ton per hari. Jika pemilahan sampah konsisten dilakukan dari tingkat rumah tangga dan sekolah, volume sampah yang dibuang ke TPA berpotensi ditekan hingga separuhnya.
“Kalau sampah dikelola dan dipilah dengan baik, sebenarnya jumlah yang harus dibuang bisa kita tekan. Sebagian lainnya masih bisa menjadi berkah karena memiliki nilai ekonomi. Oleh karena itu, kuncinya ada pada kesadaran kita masing-masing untuk mulai mengelola sampah dari rumah dan lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Pengalaman berharga turut dirasakan oleh salah satu peserta relawan, Alvino Narendra Putra alias Vino, siswa kelas V SD Negeri Panjang Wetan 03 Pekalongan.
Vino mengaku mendapatkan wawasan baru setelah melihat secara langsung bagaimana sampah diproses di fasilitas TPS-3R.
