6 Emosi Dasar Manusia Mampu Tentukan Kebiasaan Harian

6 emosi dasar manusia pengaruhi keseharian
6 emosi dasar manusia pengaruhi keseharian. (Sumber: freepik.com)
0 Komentar

Realitas dari apa yang sebenarnya berkontribusi pada kebahagiaan seringkali jauh lebih kompleks dan lebih individual. Orang telah lama percaya bahwa kebahagiaan dan kesehatan saling berhubungan, dan penelitian telah mendukung gagasan bahwa kebahagiaan dapat berperan dalam kesehatan fisik dan mental.

Stres, kecemasan, depresi kesepian, misalnya, saling terhubung dengan rendahnya kekebalan tubuh, peningkatan tuntutan sosial, hingga penurunan harapan hidup.

Kesedihan

Kesedihan adalah jenis emosi dasar manusia yang sering didefinisikan sebagai keadaan emosi sementara yang ditandai dengan perasaan kecewa, sedih, putus asa, tidak tertarik, dan suasana hati yang tertekan.

Baca Juga:Tidak Bisa Mengelola Emosi dengan Baik, Ini 8 Tanda Emotional Intelligence yang Rendah6 Potensi Stres Highly Sensitive Person (HSP), Terlalu Sensitif Sampai Dicap Baperan

Seperti emosi lainnya, kesedihan adalah sesuatu yang dialami semua orang dari waktu ke waktu. Dalam beberapa kasus, orang dapat mengalami periode kesedihan yang berkepanjangan dan parah yang dapat berubah menjadi depresi.

Kesedihan biasanya diekspresikan dengan berbagai cara, seperti menangis, lesu, suasana hati yang buruk, menarik diri dari lingkungan, dan lainnya.

Jenis dan tingkat keparahan kesedihan dapat bervariasi tergantung pada akar penyebabnya, dan cara orang mengatasi perasaan tersebut juga dapat berbeda.

Kesedihan seringkali dapat membuat orang terlibat dalam mekanisme koping seperti menghindari orang lain, mengobati diri sendiri, dan merenungkan pikiran negatif. Perilaku seperti itu justru bisa memperparah perasaan sedih dan memperpanjang durasi emosi.

Ketakutan

Ketakutan adalah emosi dasar manusia yang kuat yang juga dapat memainkan peran penting dalam bertahan hidup. Saat orang menghadapi semacam bahaya dan mengalami ketakutan, orang akan memiliki respons melawan atau lari.

Otot-otot manusia menjadi tegang, detak jantung dan pernapasan meningkat, dan pikiran menjadi lebih waspada, mempersiapkan tubuh untuk lari dari bahaya atau berdiri dan melawan.

Orang biasanya mengekspresikan ketakutan dengan raut wajah seperti melebarkan mata, bahasa tubuh seperti bersembunyi dari sumber ancaman, dan reaksi fisiologis seperti napas dan detak jantung yang lebih cepat.

Baca Juga:3 Leadership Style dari Otoriter hingga Demokratis, Mana yang Paling Efektif?Bahaya Negging: Hinaan Berkedok Pujian, Jangan Terjebak!

Orang-orang bisa jadi memiliki rasa yakut yang berbeda. Akan tetapi, yang pasti  ketakutan adalah respons emosional terhadap ancaman langsung. Orang juga dapat mengembangkan reaksi serupa dengan mengantisipasi ancaman lain atau bahkan pemikiran tentang potensi bahaya, dan inilah yang biasanya dianggap sebagai kecemasan. Kecemasan sosial, misalnya, melibatkan ketakutan yang diantisipasi terhadap situasi sosial.

0 Komentar