Jelang Nataru, Disdagkop Antisipasi Kenaikan Harga

Disdagkop
Abdul Aziz, Kabid Perdagangan Disdagkop dan UKM Kendal
0 Komentar

KENDAL – Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pokok di pasaran saat ini, Dinas Perdagangan, Koperasi (Disdagkop) dan UKM Kabupaten Kendal tetap mengingatkan masyarakat soal tren naiknya harga di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024 mendatang. Disdagkop juga telah menyiapkan antisipasi terhadap tren kenaikan harga di akhir dan awal tahun tersebut.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagkop dan UKM Kabupaten Kendal, Abdul Aziz mengatakan, selain masalah ketersediaan, tren kenaikan harga di setiap momen Nataru juga biasanya terkait dengan meningkatnya jumlah permintaan komoditas pokok karena pola konsumsi masyarakat.

“Perilaku konsumtif ini juga secara ekonomi akan mempengaruhi stabilitas harga. Sebab saat permintaan barang meningkat, maka harga juga akan ikut naik,” ungkap Abdul Aziz saat dikonfirmasi pada Senin (20/11/2023).

Baca Juga:Besaran UMK 2024 Masih DeadlockMampir ke Kendal, SBY Sapa dan Semangati Kader Demokrat Hadapi Pemilu 2024

Dengan kecenderungan tersebut, lanjut Aziz, Didagkop karenanya juha telah menyiapkan langkah antisipasi kenaikan harga menjelang Nataru. Sesuai tupoksi, pihaknya secara rutin akan memantau perkembangan harga komoditas pokok penting di pasar-pasar tradisional. Selain itu, terkait perkembangan harga saat ini, Disdagkop juga akan berkoordinasi dengan OPD dan stakeholder lainnya.

“Dalam mengantisipasi kenaikan Barang Pokok dan Penting jelang tahun baru, maka kita harus mengetahui kondisi ketersediaan dan harga Bapokting yang ada di pasar-pasar dan di pelaku usaha wilayah Kabupaten Kendal. Maka, Disdagkop UKM Kendal akan menggelar rapat koordinasi Temu Usaha Menghadapi Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 pada tanggal 30 November di Hotel Sae Inn Kendal,” terang Aziz.

Rencananya, rakor bakal menghadirkan para pelaku usaha di Kabupaten Kendal, SPBE, SPBU, rice mill, swalayan, distributor bahan pokok dan penting (Bapokting), IGN, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan semua unsur terkait lainnya. Hal ini untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala yang dihadapi dan mengetahui ketersediaan barang pokok dan penting.

“Selain itu, penting juga menentukan langkah-langkah antisipatif terhadap kenaikan harga pada Bapokting di Kabupaten Kendal, karena menjelang hari-hari besar menjadi kebiasaan masyarakat berbelanja lebih konsumtif, sehingga dapat menyebabkan kenaikan harga pada Bapokting,” ujar Aziz.

0 Komentar