Kalau Politik Memang Kotor, Yuk Benahi

politik
SAPA HABIB - Ketua DPRD Batang, Maulana Yusup saat menyapa dan berfoto bersama dengan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf saat kegiatan di Batang, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

BATANG – Citra dunia politik yang kotor masih saja membayangi pentas perpolitikan di tanah air. Sebagai politisi muda, Maulana Yusup justru menantang para pemilih milenial untuk melek politik dan berpartisipasi aktif untuk ikut membenahi proses politik yang ada.

Yusup yang diketahui menjabat Ketua DPRD Batang ini juga mengaku prihatin sekaligus risih bahwa dunia politik yang terbilang belum lama ia retas masih distigmatisasi secara negatif. Namun bagi dia, citra politik yang kotor itu justru layak menjadi otokritik sekaligus tantangan yang harus dijawab para politisi, termasuk dirinya.

“Kalau dunia politik masih dianggap kotor, maka ini juga tugas adik-adik semua untuk ikut membenahinya. Sebagai calon generasi Indonesia Emas di 2045, adik-adik harus mau turun tangan membenahi proses politik kita agar semakin baik,” kata politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini di depan seratusan pelajar SMA yang menghadiri launching buku “Aku Cinta Indonesia” besutan Badan Kesbangpol Batang, Selasa (21/11/2023) kemarin.

Baca Juga:Dibekali Ilmu Kemampuan TeritorialPMI Batang Siapkan Delapan Program Sosial

Menurut Yusup, untuk membenahi dunia politik, setiap anak bangsa terutama kelompok muda harus lebih dulu peduli, tidak justru apatis dan apriori dengan politik. Mereka perlu melek politik dan mencukupi bekal literasi politiknya, sehingga bisa ikut berkontribusi dengan mengawal proses politik seperti Pemilu agar lebih bermartabat.

“Pilihan ada dua, mau membenahi dari luar dengan memberikan kritik dan masukan yang konstruktif, membangun civil society yang kuat, atau dengan masuk ke dalam, terlibat langsung dengan proses politik, menjadi bagian dari peserta politik misalnya. Karena kalau orang-orang yang menganggap dirinya baik hanya bisa men-judge politik kotor lantas menjauhinya, ya jangan salahkan kalau nantinya politik kita diisi orang-orang yang tidak sesuai harapan publik,” jelas Yusup. (sef)

0 Komentar