Kasus Kekerasan Seksual Anak di Batang Menjadi Perhatian Mensos Risma

kekerasan seksual
Kepala Sentra Terpadu KartiniĀ Temanggung Kementerian Sosial, Iyan Kusmadiana.
0 Komentar

BATANG – Kasus kekerasan seksual pada anak yang terus bermunculan di Kabupaten Batang menjadi perhatian khusus bagi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Hal itu diungkapkan Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung Kementerian Sosial, Iyan Kusmadiana.

“Bu Risma tahu dan ikut memantau perkembangan kekerasan seksual di Batang ini. Bahkan beliau yang meminta kami untukĀ  langsung terjun ke Batang dan memberikan pendampingan pada para korban,” ungkap Iyan, Sabtu.

Baca Juga:Tangan AtasRazia Agama

Iyan mengatakan, pihaknya telah dan akan  melakukan pendampingan pada korban pelecehan seksual di Kabupaten Batang, dengan memberikan proses pemulihan (trauma healing) maupun perlindungan sosial lainnya.

“Sejak 2023, kami sudah datang empat kali ke Batang untuk menangani kasus pelecehan seksual. Tentunya kami hadir di tengah tengah korban dengan memberikan perlindungan dan pendampingan lainnya,” katanya.

Menurut dia, Kemensos berupaya untuk melindungi para korban yang sebagian besar berusia anak-anak, dalam prosesnya pun juga harus melindungi anak, dan memberikan bantuan sosial pada para korban.

“Lebih jauh lagi adalah melindungi masa depan para korban, termasuk dalam upaya mereka menempuh pendidikan agar tidak menjadi ‘olok-olok’,” jelasnya.

Masih kata Iyan, bahwa Kemensos berkomitmen akan membantu memberikan modal untuk wirausaha bagi keluarga korban berstatus miskin.

“Kami selalu diarahkan oleh Bu Risma agar komitmen menangani dan mencegah kasus pelecehan di seluruh Indonesia, tidak hanya di Kabupaten Batang saja,” katanya.

Kemensos, kata Iyan, sudah memberikan masukan-masukan pada Pemerintah Kabupaten Batang mengenai bagaimana melakukan pencegahan kasus pelecehan seksual pada anak anak.

Baca Juga:Ini Tampang dan Pengakuan Guru Ngaji yang Sodomi 13 SantrinyaNgawur, Kakak Tiri Setubuhi dan Peras Adiknya Sejak 2014

“Kami sudah sampaikan bagaimana pemkab memberikan gerakan-gerakan nyata dan benar dalam penanganan kasus pelecehan seksual. Bagaimana kita bisa memberikan pemahaman pada anak-anak tentang tindakan yang perlu dihindari,” ujarnya.

Ditambahkan Iyan, Kemensos sangat prihatin dengan kasus pelecehan seksual yang berturut-turut terjadi di Batang. Terlebih, kata Iyan, diantara pelakunya ialah seorang ustad ataupun kiai yang seharusnya dapat menjadi panutan atau orang tua bagi anak anak.

0 Komentar