Pesantren Miliki Peran dalam Rawat Sanad Ilmu dan Amal Ulama Terdahulu

Pesantren Miliki Peran dalam Rawat Sanad Ilmu dan Amal Ulama Terdahulu
Aktivitas Pondok Pesantren dalam kegiatan belajar mengajar. (Radarpekalongan.id/dokumen)
0 Komentar

SEMARANG,Radarpekalongan.id – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) berperan besar dalam mengkonsolidasikan potensi pesantren untuk merawat sanad ilmu dan amal yang bersambung dengan ulama-ulama terdahulu hingga Nabi Muhammad SAW. Demikian disampaikan KH Haris Shodaqoh saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan rapat pleno RMI PBNU di Aula Joglo Pesantren Al-Itqon Bugen Samarang.KH Haris Shodaqoh mengatakan, keseriusan dan ketekunan para kiai bersama pesantren yang diasuhnya dalam menjaga sanad ilmu dan amal dari para ulama terdahulu menjadi ciri khas Jamiyah NU yang tidak dimiliki kelompok lain. “Karena itulah kami berharap kepada RMI tetap istiqamah dan konsisten dalam menjaga tradisi NU yang dibangun oleh ulama terdahulu dengan baik. Jangan terpengaruh dengan isme-isme baru yang tidak jelas,”tuturnya.Kiai Haris menyampaikan, begitu besarnya amanat yang dipikul pesantren dalam mengawal NU agar tidak kemana-mana. Maka dalam merumuskan program RMI harus memprioritaskan konsistensi pesantren dalam merawat sanad ilmu dan amal para ulama.Sementara itu, Wakil Ketua RMI PBNU KH Khodri Arif menjelaskan, rapat pleno diikuti 23 orang pengurus RMI PBMU, dijadwalkan agenda ini akan berlangsung sampai 27 Desember mendatang.“Agenda rapat meliputi evaluasi program kerja tahun 2022 dan perumusan rencana program kerja 2023-2027. Selain itu, juga akan dibahas berbagai hal terkait dengan perkembangan pesantren,” terangnya.Menurutnya, RMI sebagai khadimul ulama dan pesantren akan menjadikan pesantren sebagai tempat atau lokasi kegiatannya seperti rapat pleno pada akhir 2022 ini.“Selain itu, RMI juga akan menjaga konsistensi dan keistiqamahan organisasi yang sudah ditata oleh pengurus RMI terdahulu dan mengikuti garis kebijakan PBNU,” ungkapnya.Statemen lugas Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang disampaikan dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa tanpa pesantren NU tidak akan ada apa-apanya akan dijadikan sebagai salah satu pemicu agar RMI dalam berkhidmah bersama NU.“Begitu juga dawuh KHA Mustofa Bisri (Gus Mus) Mustasyar PBNU yang menyebutkan bahwa pesantren adalah NU kecil dan NU adalah pesantren besar akan kami selalu ingat bahwa NU dan pesantren tidak bisa dipisahkan,” pungkasnya. (dur/nu.online)

0 Komentar