Rob Kian Ganas! Desa Blacanan Pekalongan Tahunan Terendam, Ekonomi Warga Pesisir Terancam!

Rob Kian Ganas! Desa Blacanan Pekalongan Tahunan Terendam, Ekonomi Warga Pesisir Terancam!
DOK. ISTIMEWA LANGGANAN ROB - Desa Blacanan di Kecamatan Siwalan selalu menjadi langganan banjir rob.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, SIWALAN – Desa Blacanan di Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, bertahun-tahun menjadi langganan banjir rob. Banjir rob kian mengganas di wilayah pesisir ini pasca tanggul raksasa penahan rob di Wonokerto hingga Kota Pekalongan dibangun.

Sekretaris Desa Blacanan, Tofik, mengatakan, hampir setiap hari, sejak tahun 2022, banjir rob menerjang Desa Blacanan. Hampir seluruh desa terdampak rob, dan ketinggiannya bervariasi antara 20 cm hingga 50 cm.

“Sejak tanggul di Wonokerto hingga Pekalongan dibangun, wilayah Depok dan Blacanan hampir setiap hari terendam banjir rob,” kata Tofik, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga:Pemkab Pekalongan Gelontorkan Rp2 Miliar, Jembatan Tengeng 1 & Capgawen Direhab Total!Inovasi Manji Keren Rutan Pekalongan Dapat Dukungan Dishub, Fasilitasi Antar Jemput WBP!

Ia menjelaskan, meskipun pemerintah desa sudah berupaya meninggikan jalan, saat banjir rob tinggi, jalanan yang sudah ditinggikan pun kembali terendam. Rob yang terjadi setiap hari membuat aktivitas warga sulit. Anak-anak sekolah kebanyakan nyeker saat ke sekolah, dan banyak warga terkena kutu air.

“Halaman sekolah tergenang rob. Jika banjirnya tinggi, rob juga masuk ke ruang kelas,” ungkap Tofik.

Menurutnya, banjir rob masuk melalui dua sungai besar, yakni Sungai Kapidodo dan Sungai Kalikangkung. Tanggul Sungai Kapidodo bahkan sudah tak tampak lagi lantaran air lebih tinggi dari tanggul, sementara Sungai Kalikangkung di beberapa titik sudah rusak.

Akibat banjir rob yang sudah lama menggenangi desa, lahan pertanian dan tambak akhirnya terdampak. Banyak sawah yang tergenang banjir sehingga tidak bisa digarap atau tidak produktif. Kebun melati di Desa Blacanan juga banyak yang tidak produktif, membuat banyak petani beralih pekerjaan.

“Banyak petani di sini yang bekerja serabutan. Ada pula yang hanya menggantungkan kiriman uang dari anak-anaknya yang kerja di Jakarta,” ujar Tofik.

Ia berharap, pemerintah serius memperhatikan kondisi Blacanan dan sekitarnya yang robnya semakin parah, dengan segera membangun tanggul penahan rob. “Rob sudah semakin ke selatan, bahkan sudah mendekati jalan Pantura di Rembun,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Blacanan Khusaeni juga menerangkan bahwa 80 persen rumah warga terendam banjir rob. Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Pusat memikirkan untuk dibuat tanggul sesegera mungkin.

Baca Juga:Bupati Fadia Instruksikan DPUPR Segera Perbaiki Jalan Rusak Werdi-Rowoyoso Senilai Rp2 Miliar!Kolaborasi Pemkab Batang & Nestlé Indonesia Turunkan Stunting, Intervensi Gizi Sasar 259 Balita!

Sekda M. Yulian Akbar pada tahun 2024 telah meninjau kondisi banjir rob di Desa Blacanan. Sekda saat itu mengatakan, “Target kita tahun 2025 sudah ada aksi penanganan rob di wilayah Siwalan ini.”

0 Komentar