Sejak Januari hingga September 2025, Jumlah Investor Saham di Kota Pekalongan Bertambah 8.000 Orang

Investor Saham
Kepala BEI Wilayah Jawa Tengah 1, Fanny Rifqi El Fuad menyampaikan paparan dalam kegiatan \"Financial Talk: From Saving to Investing, Cara Aman Naik Level Finansial\" di Gedung Djunaid Convention Center, Selasa (11/11/2025).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah mencatat pertumbuhan jumlah investor saham yang cukup tinggi di Kota Pekalongan selama tahun 2025. Sejak Januari hingga September, tercatat penambahan 8.000 investor saham yakni dari sekitar 25.000 investor pada awal tahun menjadi 31.400 investor hingga September 2025.

“Di Kota Pekalongan sendiri, kalau kita lihat datanya per september kemarin ada di 31.400 investor saham. Dan kalau kita lihat year to date awal tahun waktu itu ada di angka sekitar 25.000-an. Sehingga dalam waktu 10 bulan ini investor di Kota Pekalongan sudah nambah 8.000 orang. Itu saham. Belum di obligasi dan reksadana,” tutur, Kepala BEI Wilayah Jawa Tengah 1, Fanny Rifqi El Fuad yang ditemui usai kegiatan “Financial Talk: From Saving to Investing, Cara Aman Naik Level Finansial” di Gedung Djunaid Convention Center, Selasa (11/11/2025).

Fanny menambahkan, dalam kegiatan yang digelar dalam rangka puncak Bulan Inklusi keuangan (BIK) 2025 yang diinisasi OJK tersebut, pihaknya menggandeng Unikal sebagai salah satu kampus yang sudah lama bekerja sama dengan BEI dalam bentuk galeri investasi di kampus. Oktober lalu, pihaknya telah membukakan 700 akun investor saham baru untuk mahasiswa Unikal.

Baca Juga:Jasa Raharja Teladani Semangat Kepahlawanan Melalui Pengabdian dan Pelayanan kepada MasyarakatNikita Willy Lanjutkan Kerja Sama Tahun Ketiga Bersama Miyako, Kini Hadir di Kategori Kipas Angin

“Jadi mahasiswa yang menempuh mata kuliah pasar modal di kelas itu, nanti endingnya dalam akhir perkuliahan mereka akan dibukakan rekening saham. Sehingga mereka tidak hanya mendapat ilmunya melainkan juga praktik inklusinya di pasar,” jelasnya.

Fanny menegaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah literasi dan inklusi keuangan mahasiswa dan masyarakat harus meningkat. Literasi adalah terkait dengan awareness dengan mengenal produk-produk di industri jasa keuangan khususnya saham, obligasi dan reksadana.

“Selain literasi tadi awarness harus diikuti dengan inklusi yaitu memanfaatkan produk di pasar modal. Mahasiswa tidak hanya mengenal menabung tetapi juga menyisihkan uangnya untuk berinvestasi baik saham, obligasi dan reksadana. Sehingga apa yang menjadi tujuan yaitu sesuai tema “From Saving to Investing” bisa tercapai,” harapnya.

Dalam acara financial talk, selain kepala BEI Jawa Tengah juga hadir sebagai narasumber yaitu investor saham legendaris di Indonesia, Lo Kheng Hong. Dalam kesempatan itu, investor yang dijuluki Warren Buffet-nya Indonesia tersebut membagikan berbagai insight dan pengalamannya selama berinvestasi di pasar saham.

0 Komentar