Pantura Batang-Pemalang Penuh Lubang Akibat Hujan, BBPJN Kerahkan 7 Tim dan 70 Ton Aspal Setiap Hari

Pantura Batang-Pemalang Penuh Lubang Akibat Hujan, BBPJN Kerahkan 7 Tim dan 70 Ton Aspal Setiap Hari
NOVIA ROCHMAWATI TANGANI JALAN BERLUBANG - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY saat menangani jalan berlubang Pantura.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Intensitas hujan yang tinggi sepanjang awal tahun 2026 membuat Jalur Pantura Batang–Pemalang dalam kondisi memprihatinkan. Lubang-lubang jalan bermunculan hampir di setiap kilometer, memaksa Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY bekerja ekstra keras demi menghindari kecelakaan lalu lintas.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Pemalang–Plelen (Batang) BBPJN Jateng–DIY, Ridwan Umbara, mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan penanganan secara masif dengan sistem penyisiran (sweeping) setiap hari tanpa menunggu adanya laporan dari masyarakat.

“Setiap hari kami menurunkan tujuh tim untuk menambal lubang jalan di sepanjang Pantura Batang sampai Pemalang. Satu tim membawa sekitar 10 ton aspal hotmix, jadi total material mencapai 70 ton per hari. Kami perkirakan bisa menutup sekitar 180 lubang setiap hari,” ujar Ridwan, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga:Zulkifli Hasan Janji Dukung Pembangunan Pelabuhan Perikanan Batang demi Target Swasembada ProteinKendal Jadi Pilot Project Karbon Biru Nasional, Mangrove Patebon hingga Rowosari Jadi Andalan KKP

Kejar-kejaran dengan Cuaca Ekstrem

Ridwan tak menampik bahwa pekerjaan tambal sulam di musim penghujan bak arena tanpa garis akhir. Fenomena “tumbuh satu patah seribu” benar-benar terjadi; saat tim berhasil menutup lubang, hujan deras yang turun kembali memicu munculnya lubang-lubang baru.

Tantangan teknis juga muncul karena aspal hotmix tidak dapat diaplikasikan pada permukaan jalan yang basah. Hal ini seringkali menghambat ritme kerja tim di lapangan.

“Kalau bicara kemunculan lubang baru saat hujan, rata-rata bisa mencapai 160 lubang per hari. Mau menambal hujan lagi, mau menambal hujan lagi. Ritmenya jadi terganggu karena aspal harus diaplikasikan dalam kondisi kering,” ungkapnya lugas.

Beruntung, cuaca mulai bersahabat sejak akhir Januari. Ridwan mengklaim saat ini progres perbaikan sudah mencapai 80 persen dan menyisakan sekitar 20 persen lubang yang terus dikejar pengerjaannya.

Solusi Permanen dan Perbaikan Struktur

Selain melakukan tambal sulam darurat, BBPJN Jateng-DIY juga telah menyiapkan strategi jangka menengah dengan melakukan perbaikan struktur. Beberapa titik strategis seperti KM 61, 63, 67, 79, dan 85 mulai dilapisi aspal AC Binder sebagai pondasi sebelum dilakukan pengecoran (rigid beton).

Khusus untuk wilayah KM 61 di depan kawasan Penundan, Ridwan mengidentifikasi kerusakan dipicu oleh drainase yang buruk. Air yang merembes ke bawah struktur jalan mempercepat terjadinya kerusakan aspal.

0 Komentar