Kendal Jadi Pilot Project Karbon Biru Nasional, Mangrove Patebon hingga Rowosari Jadi Andalan KKP

Kendal Jadi Pilot Project Karbon Biru Nasional, Mangrove Patebon hingga Rowosari Jadi Andalan KKP
ABDUL GHOFUR MENDUKUNG - Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo menegaskan potensi mangrove di Kendal yang masih luas dan relatif terjaga dinilai sangat mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kabupaten Kendal kini masuk dalam radar proyek strategis nasional untuk pengendalian perubahan iklim global. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menetapkan wilayah pesisir Kendal sebagai salah satu dari 16 lokasi percontohan (piloting) pengembangan ekosistem karbon biru (blue carbon) di Jawa Tengah.

Langkah ini bertujuan untuk memanfaatkan ekosistem pesisir, terutama hutan mangrove, sebagai penyerap emisi karbon alami yang lebih efektif dibandingkan hutan daratan. Dengan penetapan ini, Kendal diharapkan menjadi motor penggerak mitigasi perubahan iklim sekaligus pelindung wilayah pesisir dari ancaman abrasi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, mengonfirmasi bahwa penunjukan ini didasari atas potensi mangrove Kendal yang masih luas dan terjaga dengan baik.

Baca Juga:Pemkab Pekalongan Kerahkan 4 Mobile Pump dan Dana Darurat untuk Percepat Penanganan Banjir 2026Putus Rantai Penularan, MSI dan Dinkes Pekalongan Sisir 347 Kontak Serumah Pasien TBC untuk Skrining

“Kabupaten Kendal masuk dalam 16 daerah pesisir Pantura Jawa Tengah yang dipersiapkan untuk pengembangan karbon biru nasional. Ekosistem mangrove di pesisir Kendal sangat potensial sebagai penyerap karbon. Ini menjadi kekuatan utama Kendal,” ujar Hudi, Sabtu (31/1/2026).

Fokus di Patebon, Kangkung, dan Rowosari

Hudi menjelaskan bahwa dari tujuh kecamatan pesisir yang ada di Kendal, pihaknya mengusulkan tiga wilayah sebagai lokasi utama pengembangan. Ketiganya adalah Kecamatan Patebon, Kangkung, dan Rowosari.

Lokasi spesifik yang dibidik meliputi Desa Pidodokulon di Patebon, Desa Jungsemi di Kangkung, serta pesisir Desa Sendang Sikucing hingga Gempolsewu di Rowosari. Sementara itu, empat kecamatan lain tidak diusulkan karena telah mengalami transformasi fungsi menjadi kawasan industri.

“Empat kecamatan pesisir lainnya tidak diusulkan karena sudah masuk kawasan industri. Jenis mangrove yang dikembangkan antara lain Avicennia spp dan Rhizophora sp, yang dikenal memiliki daya serap karbon tinggi,” jelas Hudi secara rinci.

Penyerap Karbon Lebih Besar dari Hutan Darat

Program karbon biru ini secara teknis akan fokus pada pemulihan dan perluasan tutupan mangrove. Secara sains, mangrove terbukti mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lipat lebih banyak daripada hutan tropis di daratan.

Saat ini, program nasional tersebut sedang memasuki tahap krusial, mulai dari sosialisasi, identifikasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), hingga penghitungan estimasi biaya serta skema keterlibatan masyarakat pesisir.

0 Komentar