UMKM Pekalongan Dituntut Adaptif, Dekranasda Dorong Manfaatkan AI untuk Pemasaran

UMKM Pekalongan Dituntut Adaptif, Dekranasda Dorong Manfaatkan AI untuk Pemasaran
Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya memberikan sambutan dalm kegiatan Pelatihan Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Kompetensi Kreativitas Naik Kelas yang digelar Dindagkop-UKM Kota Pekalongan.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Pekalongan dituntut untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna memperkuat strategi pemasaran digital. Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan hal tersebut dalam Pelatihan Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Kompetensi Kreativitas Naik Kelas yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) setempat berkolaborasi dengan Rumah BUMN.

Inggit menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi UMKM yang ingin bertahan dan berkembang. Menurutnya, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan foto produk maupun materi promosi yang lebih menarik, cepat, dan efisien di berbagai platform digital.

Khusus untuk UMKM batik yang menjadi ikon Kota Pekalongan, AI dinilai mampu membantu menonjolkan keindahan motif dan kualitas produk secara optimal. Dengan visual produk yang lebih baik, daya saing di marketplace dan media sosial pun berpotensi meningkat sekaligus memperkuat citra Pekalongan sebagai Kota Batik.

Baca Juga:Bupati Batang Sterilkan Trotoar & Alun-alun, PKL Direlokasi ke Food CourtDikebut TNI, Progres Konstruksi Jembatan Gantung Garuda di Pekalongan Capai 85 Persen Hubungkan 2 Desa

“Jangan takut mencoba dan terus belajar. Tidak hanya produk yang harus mengikuti perkembangan selera konsumen, tetapi kemampuan digital juga harus terus berkembang agar tidak tertinggal,” ujar Inggit.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan materi praktis teknik dasar fotografi produk dari Andri Nur Cahyo. Materi meliputi pengaturan pencahayaan, komposisi gambar, hingga penyuntingan sederhana menggunakan smartphone. Seluruh materi dirancang agar mudah langsung diterapkan oleh pelaku UMKM dalam keseharian mereka.

“Pemasaran digital yang kuat dimulai dari visual produk yang menarik. Dengan bekal ini, kami harap UMKM Pekalongan semakin percaya diri naik kelas,” pungkasnya. (nul)

0 Komentar