Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Proyek pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang membentang di atas Sungai Genteng, Kabupaten Pekalongan, memasuki fase krusial. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi fisik konstruksi infrastruktur penghubung antara Desa Domiyang di Kecamatan Paninggaran dan Desa Winduaji di Kecamatan Kajen tersebut dilaporkan telah menyentuh angka 85 persen.
Jembatan gantung penyeberangan ini dirancang memiliki bentang panjang mencapai 60 meter dengan spesifikasi lebar lantai jembatan 120 sentimeter. Kehadiran koridor gantung ini diproyeksikan menjadi solusi konkret dalam mengurai problem isolasi geografis serta memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah perbukitan tersebut.
Penyelesaian megaproyek skala lokal ini ditargetkan mampu menyuplai aksesibilitas yang lebih aman dan efisien bagi sedikitnya 2.500 jiwa. Selama ini, warga di kedua bibir sungai mengandalkan rute memutar yang memakan waktu lama untuk menjalankan aktivitas perekonomian dan sosial harian.
Baca Juga:Sulap Sawah Dilindungi Jadi Tambak Udang, Pria di Batang Jadi Tersangka dan Rugikan Negara Rp32 MiliarIzin Belum Lengkap tapi Sudah Uruk Lahan, Pemkab Kendal Warning Proyek Pabrik Pakan Ternak PT Haida
Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Letnan Kolonel Arm Ihalauw Garry Herlambang, menegaskan bahwa seluruh kru sektoral di lapangan terus menggeber sisa pekerjaan arsitektural agar target operasional tidak meleset dari jadwal yang telah ditentukan.
“Dengan progres yang telah mencapai 85 persen, kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera rampung sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, Kamis, 11 Juni 2026.
Garry menambahkan, keberadaan infrastruktur penyeberangan ini akan menstimulus multiplier effect bagi pertumbuhan kawasan pedesaan. Dampak positif yang paling instan adalah terpangkasnya biaya logistik hasil pertanian, kemudahan akses siswa menuju sekolah, hingga percepatan layanan darurat kesehatan bagi warga desa.
Guna menjamin ketahanan struktur bangunan dari risiko kebencanaan hidrologi sungai, jajaran perwira Kodim 0710/Pekalongan bersama tim teknis dinas terkait secara berkala melakukan uji kelayakan material dan pemantauan mutu beton pada pilar-pilar penyangga jembatan hingga tahap pembenahan akhir (finishing).
Jika seluruh bentang komponen pengaku dan tali baja (suspension cable) selesai dirakit, Jembatan Gantung Garuda diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang terintegrasi. Fasilitas ini diharapkan mampu mendongkrak indeks kesejahteraan ekonomi sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di kantong-kantong pedesaan Kabupaten Pekalongan. (had)
