BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat konektivitas transportasi guna menopang pertumbuhan investasi, sektor industri, serta pariwisata. Langkah terbaru yang tengah diupayakan adalah mengajukan usulan agar Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek turut berhenti di Stasiun Batang.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menilai akses transportasi yang mudah menjadi faktor krusial untuk memperkenalkan Kabupaten Batang kepada masyarakat dari luar daerah sekaligus meningkatkan daya saing wilayah.
“Kalau ingin Batang dikenal luas dan banyak dikunjungi orang, daerahnya harus kita tata dengan baik dan akses transportasinya juga harus dibuka. Stasiun Batang harus menjadi pintu gerbang orang luar masuk ke Kabupaten Batang,” ujar Faiz saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga:Haflah Akhirussanah di Gedung DPRD Kendal, 64 Siswa SD Muhammadiyah Purin DilepasPerangkat Desa di Kendal Rudapaksa Disabilitas hingga Hamil, Divonis 12 Tahun
Menurutnya, Pemkab Batang terus menjalin komunikasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar layanan kereta jarak jauh dengan tingkat okupansi tinggi dapat memberikan akses bagi masyarakat Batang. Selama ini, sejumlah kereta yang telah berhenti di Stasiun Batang dinilai memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga.
Faiz mencontohkan layanan KA Argo Muria dan Joglosemarkerto yang kini melayani penumpang di Stasiun Batang. Kehadiran kedua kereta tersebut mendapat respons positif, terutama dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang membutuhkan moda transportasi cepat dan terjangkau.
“Kereta besar harus bisa berhenti di Batang supaya orang dari luar daerah lebih mudah datang. Sekarang Joglosemarkerto juga sudah berhenti di Batang dan respons masyarakat, terutama anak muda, sangat positif,” katanya.
Saat ini, Pemkab Batang tengah mengupayakan agar KA Argo Bromo Anggrek dengan relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dapat menambah pemberhentian di Stasiun Batang. Selama ini, kereta eksekutif unggulan tersebut menerapkan pola perjalanan cepat dengan perhentian terbatas di jalur Pantura Jawa Tengah.
Menurut Faiz, posisi strategis Kabupaten Batang yang berada di jalur utama Pantura serta berkembangnya kawasan industri dan destinasi wisata menjadi alasan kuat perlunya peningkatan layanan transportasi kereta api.
“Kalau nanti Argo Bromo Anggrek bisa berhenti di Batang, orang akan semakin mudah datang melihat potensi industri, investasi, sampai destinasi wisata kita. Ini akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
