RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Setelah tiga hari dilaporkan hilang terseret arus di alur Sungai Sambong, nelayan tradisional bernama Eko Kudiran (warga Dukuh Sumur, Desa Ujungnegoro) akhirnya ditemukan. Jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di perairan Roban Barat, Kecamatan Tulis, Selasa (19/2/2026) sore.
Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan oleh tim gabungan sejak hari pertama kejadian. Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam saat melakukan upaya perbaikan mandiri pada bagian bawah kapal yang tengah bersandar.
Kasatpolairud Polres Batang, Iptu Eko Nugrahanto, mengonfirmasi bahwa penemuan jenazah tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB oleh tim gabungan yang menyisir area pesisir.
Baca Juga:Sopir Ambulans Desa di Pekalongan Digembleng Safety Driving, Polisi: Nyawa Pasien dan Keamanan UtamaPolisi Sahabat Anak, Satlantas Polres Pekalongan Kota Edukasi Ratusan Siswa TK Medono Tertib Lalu Lintas
“Iya benar, korban Eko Kudiran ditemukan di perairan Roban Barat setelah tiga hari pencarian. Hasil identifikasi dari Satreskrim Polres Batang memastikan bahwa jenazah tersebut benar Eko Kudiran. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Iptu Eko saat ditemui di RSUD Batang.
Kronologi Kejadian: Terjepit Baling-Baling Kapal
Insiden nahas ini bermula pada Minggu (8/2/2026), saat Eko Kudiran berniat memeriksa kipas atau baling-baling kapal KM Tunggal Pangestu yang mengalami gangguan. Kapal tersebut saat itu sedang sandar di sisi timur SPBN AKR Batang.
Korban menyelam menggunakan peralatan selam tradisional untuk melakukan pengecekan di bawah air. Namun, diduga karena posisi yang sulit, tubuh korban justru terjepit di antara baling-baling kapal.
“Korban turun menyelam untuk memeriksa kipas kapal, sementara saksi berada di atas kapal. Saat diperiksa, korban sudah dalam kondisi terjepit di antara kipas kapal,” jelas Iptu Eko mengenang laporan awal kejadian.
Meski tubuh korban sempat berhasil dilepaskan setelah saksi memutar kemudi kapal, arus Sungai Sambong yang mengalir deras seketika menyeret korban sebelum sempat ditarik ke permukaan. Upaya warga sekitar yang mencoba menolong pun terkendala derasnya arus sungai hingga korban dinyatakan hilang tenggelam.
Himbauan Keselamatan Kerja di Laut
Evakuasi jenazah melibatkan personel dari Polairud Polres Batang, Basarnas, serta relawan SAR Arnavat. Setelah dilakukan pemulasaraan di RSUD Batang, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah.
