Balgis Diab Ajak Pelajar Jadi Duta Lingkungan, Edukasi Pengelolaan Sampah Sejak Dini di Pekalongan

Balgis Diab Ajak Pelajar Jadi Duta Lingkungan, Edukasi Pengelolaan Sampah Sejak Dini di Pekalongan
ISTIMEWA SAMBUTAN - Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab memberikan sambutan dalam kegiatan Nyelawe PGRI Kota Pekalongan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menekankan pentingnya menanamkan budaya sadar lingkungan kepada generasi muda sebagai solusi jangka panjang persoalan sampah daerah. Hal tersebut disampaikan Balgis saat menghadiri kegiatan “Nyelawe” bertema Penguatan Triple Er Warrior (Bergerak, Berdaya, dan Berkelanjutan) di Aula PGRI Kota Pekalongan, Selasa, 25 Februari 2026.

Kegiatan yang digagas oleh keluarga besar PGRI Kota Pekalongan ini melibatkan para pendidik dan perwakilan siswa dari berbagai sekolah. Balgis menilai, sektor pendidikan memegang peran kunci dalam mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan kembali limbah.

Dalam arahannya, Balgis memberikan apresiasi tinggi kepada PGRI yang telah berinisiatif mengangkat isu krusial ini di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks di Kota Batik.

Baca Juga:Perkuat Karakter Religius, SDN Kandang Panjang 10 Pekalongan Rutinkan Tadarus Al-Qur'an Sebelum KelasSenyum Senimah Lihat Rumahnya Jadi Tembok, Progres Rehab RTLH TMMD Gedong Kendal Tembus 75 Persen

“Pertama saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar PGRI Kota Pekalongan yang telah menyelenggarakan acara Nyelawe ini dengan tema pengelolaan sampah. Harapannya, dengan adanya partisipasi dari PGRI Kota Pekalongan yang melibatkan para pendidik dan anak-anak kita tercinta di Kota Pekalongan,” ujar Balgis Diab di lokasi kegiatan.

Membentuk Karakter “Triple Er Warrior”

Balgis menegaskan bahwa edukasi lingkungan tidak boleh hanya berhenti pada teori membuang sampah pada tempatnya. Lebih dari itu, para siswa perlu dibentuk menjadi “Warrior” atau pejuang lingkungan yang memiliki komitmen berkelanjutan. Siswa didorong untuk menjadi agen perubahan atau duta yang mampu memengaruhi lingkungan rumah dan pergaulan mereka.

Menurut Balgis, kesadaran ini harus tumbuh secara organik sebagai bagian dari karakter personal anak. Dengan bekal wawasan yang tepat, pelajar diharapkan mampu mengelola sampah secara cerdas sejak dari sumbernya.

“Anak-anak kita dididik dan dimotivasi untuk menjaga lingkungan mulai dari diri sendiri. Mereka perlu dibekali budaya dan wawasan tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya, serta menjadi duta-duta pengelolaan sampah di wilayahnya masing-masing,” tambahnya secara lugas.

Sinergi Pemerintah dan Dunia Pendidikan

Kegiatan Nyelawe ini turut dihadiri oleh Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekalongan serta sejumlah pakar lingkungan. Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi profesi guru seperti PGRI, dan sekolah, diharapkan program Triple Er Warrior ini tidak hanya menjadi seremoni sesaat.

0 Komentar